suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Terbukti Bersalah, Pria yang Aniaya 2 Korban, The Victor Divonis 7 Bulan Penjara

Foto: Terdakwa The Victor di dampingi PH, Jimmy (kiri), dan JPU, M. Mosleh Rahman dan Ketua MH, Antyo Harri Susetyo (kanan), agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Durabaya, Selasa, (26/03/2024)
Foto: Terdakwa The Victor di dampingi PH, Jimmy (kiri), dan JPU, M. Mosleh Rahman dan Ketua MH, Antyo Harri Susetyo (kanan), agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Durabaya, Selasa, (26/03/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana melakukan penganiayaan terhadap korbannya sehingga Korban Melville Nathaniel Tjipto, mengalami memar dan bengkak pada pipi kiri dan kepala, dengan Terdakwa The Victor anak laki-laki Herman, di Ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, (26/03/2024).

Dalam agenda putusan  yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Antyo Harri Susetyo, mengadili,
menyatakan, Terdakwa The Victor terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan.   "Sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum."

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 7 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap ditahan.

Menetapkan barang bukti, 1 buah flasdisk berisi file copy rekaman CCTV kejadian penganiyaan, dikembalikan kepada Saksi Melville Nataniel Tjipto.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), M. Mosleh Rahman dari Kejari Surabaya, menuntut dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Diketahui, saat Saksi Korban Melville Nathaniel Tjipto dijemput Saksi Korban Irene Kusumawaty mengendarai mobil rencana untuk keluar.  Mengendarai mobil dan melintas di depan rumah Terdakwa The Victor, Jalan Lebak Arum Gang 4/ 90, Surabaya.

Tiba-tiba mobil yang dikemudikan Saksi Melville dan Daksi Irene diberhentikan terdakwa. Melville membuka kaca mobil bermaksud untuk menanyakan. “Ada apa menghadang laju mobil yang kami kendarai," namun, terdakwa langsung menyiram mobil Melville dan Irene dengan air,  hingga air masuk kedalam mobil. Tak sampai di situ, terdakwa memukul-mukul menggunakan tangan ke bagian kaca mobil.

Dengan suara keras berkata, “Turun!!! Ayoooo turun!!!" Melville turun dari mobil dan mendekati terdakwa, menanyakan kenapa menyiram air ke dalam mobil dan melakukan pemukulan pada mobil. Terdakwa malah marah-marah dan berkata “Kamu mencari masalah dengan saya.”

Selanjutnya, terdakwa memegang leher (memiting leher) Melville menggunakan tangan. Terdakwa mengajak Melville ke arah mobil yang telah di parkir oleh saksi, hingga Melville mengikuti pegangan tangan terdakwa. Saat di dekat mobil milik Irene, terdakwa langsung membanting  Melville hingga Melville terjatuh. Lalu terdakwa memukul Melville sebanyak 4 kali mengenai pipi kiri dan bagian kepala belakang.

Melihat penganiayaan terhadap Melville, Irene turun dari mobil dan berusaha melerai. Namun,  irene juga kena pukulan sebanyak satu kali dari terdakwa mengenai pelipis kiri. Atas kejadian tersebut Melville dan Irene melaporkan ke Polsek Tambaksari.

Hasil Visum Et Repertum an. Melville Nathaniel Tjipto, pada Kamis, 14 September 2023, di RSUD Soewandi, Tambak Rejo No.45-47 Surabaya, hasil pemeriksaan menyatakan, keluhan luar, bengkak di pipi kiri, anamnesa, pasien mengeluh nyeri dan bengkak di pipi kiri post dipukul sebanyak kurang lebih 4 kali di area wajah.

Terdapat luka lecet di kaki kiri, tampak kemerahan dengan tepi kemerahan. Dengan kesimpulan diagnosa luka memar pipi kiri dan luka lecet dikaki kiri.

Sedangkan Visum Et Repertum an. Irene Kusumawaty, pada 14 September 2023, di  RSUD. Soewandie, Tambak Rejo No. 45-47 Surabaya, hasil pemeriksaan menyatakan, keluhan luar, Nyeri di kepala kiri. Pasien mengeluh nyeri di area kepala kiri dipukul 3-4 kali. Dengan kesimpulan, luka memar di kepala kiri. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper