suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Suami Bejat, Jual Istri ke Pria Hidung Belang Tarip Rp500 Ribu, Adi Laksamana Putra Dijerat Pasal TPPO

Foto: Terdakwa Adi Laksamana Putra (pakai kopiah), penjual istrinya untuk mantap-mantap, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya secara offline, Senin, (25/03/2024)
Foto: Terdakwa Adi Laksamana Putra (pakai kopiah), penjual istrinya untuk mantap-mantap, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya secara offline, Senin, (25/03/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Kelakuan suami yang satu ini tergolong sangat bejat, Terdakwa Adi Laksamana Putra tega menawarkan Istrinya Ritawati untuk bermain seks kepada lelaki hidung belang, melalui sosial media antara lain Fantasi Pasutri. Tempatnya berbagi tubuh istri dan shere Fantasy Pasutri dengan tarif Rp500 ribu.

Dalam sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dwi Hartanta dan Agus Budiarto dari Kejati Jatim, menghadirkan terdakwa secara langsung (offline) di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda pembacaan terdakwa. Namun, di sebabkan perkara ini ada unsur pornogarfi maka, Majelis Hakim menyidangkan perkara ini secara tertutup di Ruang Tirta 2 PN Surabaya, Senin, (25/03/2024).

Dalam dakwaan JPU menyebutkan, bahwa sekitar pada bulan Maret 2023, Terdakwa Adi Laksamana Putra mengatakan kepada istrinya Saksi Ritawati, “Ma onok wong turu bareng“(dalam bahasa Indonesia "Ma, ada orang tidur atau berhubungan badan bersama dengan orang lain). Ritawati menjawab, “Emoh yah, aku eling anakku“(dalam bahasa Indonesia, ("Tidak mau karena ingat anak saya), namun terdakwa menjawab, “Gak popo ma gawe kebutuhane awak dewe” (Tidak apa-apa untuk kebutuhan kita), karena terdakwa mengatakan itu, Ritawati akhirnya menyetujui dengan syarat harus ditemani terdakwa saat melakukan hubungan badan dengan orang lain.

Seminggu kemudian Ritawati diberitahu terdakwa, sudah ada orang yang mau berhubungan badan tarif Rp500 ribu lalu, Ritawati menjawab, "Sembarang“ (dalam bahasa Indonesia" Terserah).

"Sekitar Jam 20:00 wib, Ritawati dibawa terdakwa ke sebuah hotel di daerah Surabaya bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal. Laki-laki itu memberikan uang Rp 500 ribu kepada terdakwa, untuk kebutuhan Ritawati," Kata JPU

Setelah kejadian itu terdakwa sering mengajak istrinya berhubungan badan dengan orang lain. Bertiga ataupun lebih dengan laki-laki yang menggunakan jasa pelayanan seksual, ditawarkan melalui media sosial Fantasi Pasutri.

Pada 2 Desember 2023, Ritawati dihubungi terdakwa, kalau ada seseorang yang memesan. Kemudian terdakwa bersama istrinya pergi ke Pop Hotel Jalan Diponegoro, Surabaya.

Selanjutnya, 3 Desember 2023, Jam 00:30 Wib, ada lagi yang memesan untuk berhubungan badan bertiga dengan terdakwa yaitu Saksi Widodo masuk ke kamar hotel yang sudah dipesan kamar nomor 505 lantai 5 POP Hotel Diponegoro 33 Darmo, Wonokromo, Surabaya.

Selanjutnya, terdakwa memberikan bill pemesanan hotel kepada Saksi Widodo dan Widodo memberikan uang kepada terdakwa. Namun sekitar 25 menit terdengar pintu kamar diketok, saat dibuka anggota Ditreskrimum Polda Jatim. Petugas mengamankan terdakwa dan istrinya serta Widodo.

Atas perbuatan Terdakwa Adi Laksamana Putra, melalukan tindak pidana, "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jo Pasal 296 KUHP." tegas JPU.

Terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya, Viktor Sinaga menjelaskan, untuk mencukupi kebutuhan ekonominya, namun dalam dakwaan tadi terdakwa menawarkan langsung kepada istrinya. “Jadi terdakwa menawarkan langsung kepada istrinya dan itu sudah diakui tadi saat menjadi saksi istrinya,” kata Viktor usai sidang.

“Saya sangat prihatin terhadap perbuatannya, karena ketiga anaknya masih kecil-kecil semuanya. Seharusnya istrinya juga ditahan namun terdakwa yang ditahan,” ungkapnya. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper