suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kajati Jatim Lantik 14 Kajari di Surabaya

Foto: Kajati Jatim, Dr. Mia Amiati, SH, M.H, CMA, memimpin upacara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan dan Sertijab jajaran Kejati Jatim dan 14 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Surabaya
Foto: Kajati Jatim, Dr. Mia Amiati, SH, M.H, CMA, memimpin upacara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan dan Sertijab jajaran Kejati Jatim dan 14 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Surabaya
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), Dr. Mia Amiati, S.H , M.H., CMA, memimpin upacara pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan dan serah terima jabatan (Sertijab) jajaran Kejati Jatim dan 14 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Surabaya, Kamis, (27/6).

Pejabat baru yang dilantik adalah Asisten pembinaan, Asisten Tindak Pidana Khusus, Kepala bagian Tata Usaha Kejati Jatim, dan Koordinator Kejati Jatim. Selain itu ada 14 Kajari baru, yaitu Kajari Tulungagung, Kajari Jember, Kajari Kota Pasuruan, Kajari Blitar, Kajari Kota Malang, Kajari Kab. Probolinggo, Kajari Kab. Pasuruan, Kajari Kota Probolinggo, Kajari Ngawi, Kajari Ponorogo, Kajari Sampang, Kajari Lamongan, Kajari Kab. Kediri, dan Kajari Sumenep.

Kajati Jatim, Mia Amiati dalam sambutannya mengatakan jika rotasi, mutasi dan promosi jabatan merupakan hal biasa di setiap organisasi dalam rangka evaluasi, peningkatan kinerja serta regenerasi sumber daya manusia.

“Tongkat estafet kepemimpinan akan selalu berjalan dan berputar seiring dengan kebutuhan organisasi Kejaksaan. Setiap kebijakan pengangkatan, penempatan, dan alih tugas jabatan tentu melalui proses kajian yang mendalam,” ujar Mia Amiati.

Mia Amiati juga mengatakan bahwa dalam hal penempatan jabatan sudah ada pertimbangan yang matang dan penilaian yang obyektif dalam memilih insan terbaik Adhiyaksa untuk mengisi jabatan yang telah ditentukan.

“Buktikan bahwa pimpinan tidak salah menempatkan saudara dalam posisi yang diemban di pundak saudara,” ujar Mia.

Mia meminta kepada pejabat baru untuk menunjukan kerja dan karya nyata kepada institusi dan masyarakat.

“Curahkan segala keahlian, kemampuan manajerial dan pengetahuan yang saudara miliki dengan diimbangi akhlak , moral, dan disiplin tinggi, sehingga keberadaan saudara menjadi contoh dan panutan yang patut dibanggakan,” ujar Mia.

“Saya yakin dengan kapabilitas dan kecakapan yang saudara miliki, akan memberikan dedikasi dan prestasi yang terbaik dalam menghadirkan kejaksaan yang semakin cerdas, berintegritas, profesional, modern, dan berhati nurani, serta berjiwa melayani di tengah masyarakat,” kata Mia Amiati.

Mia mengingatkan, pertangung jawaban atas apa yang dipimpinnya, tidak hanya dihadapan pejabat secara formal mempunyai kewenangan melantik. Namun juga harus bertanggung jawab dihadapan Tuhan.

“Pahami pilar tentang kepemimpinan, yaitu perkataan yang benar, menyimpan rahasia, menepati janji, senantiasa memberi nasihat dan menunaikan amanah,” pesan Mia.

Mia juga menyinggung, beberapa lembaga survei dalam empat tahun terakhir mengatakan kepercayaan publik kepada Kejaksaan terus mengalami peningkatan dan menempatkan Kejaksaan sebagai institusi atau lembaga yang mendapat kepercayaan publik yang sangat tinggi dibanding penegak hukum lainnya.

“Apresiasi masyarakat tidak terlepas dari keberhasilan bertransformasi menjadi penegak hukum humanis, tidak tajam kebawah dan tumpul keatas. Namun justru tajam keatas, dan humanis kebawah,” ujar Mia.

Mia berujar, humanis kebawah salah satunya melalui konsep Restoratif Justice yang lebih meningkatkan pemulihan bukan pembalasan.

“Disamping itu, kinerja penegakan hukum yang dilakukan pimpinan di Kejaksaan Agung juga sangat luar biasa, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penanganan perkara korupsi yang nilai kerugian negara sangat besar,” ujar Mia.

Penanganan korupsi dengan nilai kerugian yang cukup besar, Mia memberi contoh seperti Jiwasraya, Asabri, BTS dan yang terakhir adalah kasus korupsi tata kelola Timah dengan kerugian mencapai Rp271 Triliun.

“Perolehan tersebut menunjukan hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha” ujar Mia.

Mia berharap semua di wilayah Kejati Jatim dapat mengikuti capaian kinerja Kejaksaan Agung dengan terus berprestasi guna menjaga kepercayaan yang dititipkan kepada Kejaksaan.

“Saya mewakili pimpinan di Kejaksaan Agung meminta agar kepercayaan yang dititipkan oleh masyarakat terhadap kejaksaan hendaknya jangan dikhianati, senantiasa kita jaga sebaik-baiknya dengan penuh integritas dann penuh keikhlasan, dengan cara tidak melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang pada akhirnya akan menutupi keberhasilan yang telah dicapai dan mencoreng marwah oleh institusi yang kita cintai bersama ini, karena perlu disadari bahwa meraih prestasi itu sulit, namun mempertahankan prestasi akan jauh lebih sulit,“ pesannya.

Mia kembali menghimbau agar Instruksi Jaksa Agung Nomor 2 Tahun 2020 tentang penerapan pola hidup sederhana, sebagai salah satu cara mencegah terjadinya perilaku koruptif dan perbuatan tercela lainnya menjadi pedoman bagi jajarannya.

“Sikap sederhana dengan dengan sendirinya akan membuat pegawai kejaksaan memiliki sense of crisis yang artinya lebih peka terhadap lingkungan sosial dan dapat meningkatkan integritas. Saya berharap para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas barunya dengan baik,“ pungkasya. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper