suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengedar Ganja 50,5 Gram Divonis 5,5 Tahun Bui, Denda Rp1 Miliar, Figur Prasetyo Nyatakan Banding

Foto: Terdakwa Figur Prasetyo Budi (kiri) dan dua Saksi Polisi Penangkap
Foto: Terdakwa Figur Prasetyo Budi (kiri) dan dua Saksi Polisi Penangkap
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis Ganja Kering, seberat 50,524 Gram, yang didapat dari Fadli Al Hakim (berkas terpisah) di Lumajang, dari pengembangan tangkapan polisi yaitu Amirudin Masykuri bin Moh. Tauqul Anwar (berkas terpisah), sebagai pembeli, yang peredarannya di Cafe Flaminggo Lumajang, dengan Terdakwa Figur Prasetyo Budi bin Kusno (28), di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim,  Khadwanto, mengadili, 
menyatakan, Terdakwa Figur Prasetyo Budi melakukan tindak pidana, secara tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual-beli Narkotika Golongan I. 

"Sebagaimana diatur dalam dakwaan Pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,"

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada Terdakwa Figur Prasetyo Budi dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan, denda Rp 1 Miliar, Subsidair 4 bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan."

Menetapkan barang bukti, 1 kantong plastik berisikan daun, batang dan biji Ganja berat netto 2,578 Gram, 1 tas warna hitam. Dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Adhi Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, yang menuntut Terdakwa Figur Prasetyo Budi dengan Pidana Penjara selama 8 tahun 8 bulan, dan Denda Rp1 Miliar, Subsidiair 6 bulan penjara.

Terhadap putusan majelis hakim, Terdakwa Figur Prasetyo Budi, melalui Penesehat Hukumnya  menyatakan banding, "Kami menyatakan banding yang mulia," jelasnya.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Penangkap Hadi Racha dan Saksi Yogi Indra anggota Polrestabes Surabaya dipersidangan, mengatakan, "Kami menangkap terdakwa di Cafe Flaminggo Lumajang dengan BB 50,524 Gram, dan 1 timbangan elektrik, diakui mendapat dari Fadli, terdakwa menjual juga dipakai sendiri, yang kita tangkap 3 orang, Amirudin, terdakwa dan Fadli," terang saksi.

"Awalnya kita menangkap Naira di Surabaya, membeli ganja dari Amirudin. Amirudin orang Situbondo, kemudian menangkap Figur, Amirudin membeli dari Figur. Pada Naira tidak ada barang hanya bukti, chat aja ke Amirudin," tambah saksi.

Diketahui, awalnya Saksi R.Hadi Racha Robby bersama Saksi Yogi Indra Yudistira, anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, mendapat informasi di Dalam Cafe Flaminggo Dusun Sumbere, Lumajang. Terdakwa Figur Prasetyo Budi melakukan jual beli dan sebagai perantara narkotika jenis sabu.

Kemudian Sabtu, 3 Februari 2024, Jam 22:00 Wib, para saksi menuju lokasi dan mengamankan terdakwa.  Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 kantong plastik berisi daun, batang dan biji ganja seberat 50,524 Gram, 1 buah timbangan elektrik. Terdakwa memperoleh ganja dari Fadli Al Hakim (berkas penuntutan terpisah).

Sebelumnya Kamis 01 Februari 2024, Terdakwa dihubungi Ahmad Amirudin Masykuri bin Moh.Tauqul Anwar (berkas penuntutan terpisah) memesan ganja 600 ribu, Terdakwa menghubungi Fadli Al Hakim untuk memesan ganja.

Selanjutnya, Kamis, 1 Februari 2024, Jam 18:00 Wib, terdakwa menghubungi Fadli untuk memesan ganja. Lalu Fadli Al Hakim datang ke rumah terdakwa di Dusun Sumberejo,  Kelurahan Sunduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, memberikan pesanan ganja.

Dibagi oleh terdakwa menjadi beberapa kantong plastik dan dijual ke Ahmad Amirudin 1 kantong plastik harga Rp600 ribu. Terdakwa menjual ganja untuk mendapatkan keuntungan Rp100 ribu. (sam)

 

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper