Surabaya - SUARA PUBLIK. Ulah penjahat jalanan yang selama ini sangat meresahkan warga kota Surabaya. Oleh sebab itu, kejahatan yang lazim disebut 3C (curas, curat dan curanmor) itu, masih menjadi prioritas utama Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk menumpasnya.
Dari data mereka, sementara ini, terdapat dua penjahat jalanan paling diburu. Sebab, aksi mereka kerap membahayakan nyawa warga, bahkan polisi. Atas dasar itulah, perburuan terhadap penjahat jalanan yang paling diburu tersebut, terus dilakukan. Beberapa nama penjahat ini pun sudah dikantongi. Berdasarkan data tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga akhirnya menerjunkan Tim Jatanras untuk membekuknya. Setelah diburu beberapa hari, Tim Jatanras yang dipimpin AKP Ade Waroka, akhirnya berhasil melumpuhkan dua penjahat jalanan paling diburu tersebut.
Dua pelaku 3C ini pun terpaksa ditembak mati. Setelah berusaha menyerang petugas saat hendak ditangkap. "Benar, ada dua pelaku. Keduanya kami lumpuhkan di sekitaran Kedung Baruk kearah Jembatan Suramadu," tutur Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, semalam. Namun, hingga semalam, mantan Kasat Reskrim Polresta Tangerang ini masih belum bersedia membuka identitas kedua pelaku. Begitu pula saat ditanya terkait catatan aksi keduanya di wilayah Surabaya. Shinto juga masih belum bersedia memebeberkannya. "Sabar, kami masih perlu tambahan data untuk mengungkapkan semuanya. Yang pasti, besok (hari ini, red) akan kita ekspose," lanjutnya.
Namun, Shinto menegaskan, jika kedua pelaku ini merupakan penjahat paling diburu oleh kesatuannya. Sebab kedua pelaku telah melakukan sederetan aksi curanmor (pencurian kendaraan bermotor), curas (pencurian dengan kekerasan) maupun curat (pencurian dengan pemberatan). "Ini sebagai warning agar para pelaku 3C tidak coba-coba bekerja di Surabaya," tegas Alumni Akademi Polisi (Akpol) Tahun 1999 ini.
Sementara itu, informasi yang di himpun tim Suara Publik di lapangan menyebut, sebelum ditembak mati, keduanya telah melakukan aksi curanmor di daerah Kedung Baruk. Dan saat itu, aksi keduanya diketahui oleh Tim Jatanras. Sebab, tim ini memang sudah lama mengawasi gerak gerik keduanya. Nah, pada saat hendak ke Madura melalui Jembatan Suramadu, tim Jatanras akhirnya menyergapnya. Namun karena kedua pelaku melawan dan membahayakan nyawa petugas, terpaksa keduanya dilumpuhkan dengan timah panas petugas. Keduanya terkena tembakan pada bagian dada. Sedangkan, terkait identitas kedua pelaku, dari penelusuran tim Suara Publik, diketahui kedua pelaku tersebut berinisial AF dan LW. Diduga, keduanya berasal dari Madura. Namun, ketika dikonfirmasi benar tidaknya identitas kedua pelaku tersebut, AKBP Shinto juga masih belum bersedia membukanya. "Penjelasan lengkap akan kami berikan besok (hari ini, red). Mohon sabar," pungkasnya.(TOM)
Editor : Pak RW