suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Terlilit Hutang Malah Nyabu, Kini Dani Hariyanto Terpaksa Lebaran di SEL

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Terbelit hutang yang menumpuk, membuat Dani Hariyanto, 23 depresi dan kalap. Bagaimana tidak, bapak beranak dua ini malah melampiaskan depresinya dengan cara yang salah, yakni menyabu. Setelah tepergok nyabu, Dani pun pasrah digelandang petugas ke Mapolsek Genteng bersama Suroso, 33, seorang kurir sabu. 

Kapolsek Genteng Kompol Danny Yulianto mengungkapkan, penangkapan ini bermula saat pihaknya mengumpulkan sejumlah informasi dari masyarakat. Dari info itu, kerap terjadi transaksi narkoba di kawasan Kedinding. "Berbekal info dari warga itu kami kembangkan dan kami kantongi identitas pelaku," beber Kompol Danny, Jum'at (1/7/2016).

Danny menjelaskan lebih lanjut, awalnya, Unit Crime Hunter Polsek Genteng melakukan pengintaian terhadap satu pelaku bernama Dani Hariyanto warga Jalan Kedinding Lor. Setelah memastikan pelaku ini usai melakukan transaksi, polisi langsung membekuknya tak jauh dari rumah kosnya pada kamis (30/6/2016) dini hari. 

Selain itu, saat dilakukan tes urine terhadap pelaku hasilnya positif.  "Saat digeledah petugas menemukan satu poket sabu di saku jaketnya. Dia pun tak bisa mengelak lagi," imbuh Danny.

Sekitar pukul 02.00 WIB, polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah kos Dani dan ditemukan satu buah alat hisap atau bong. Saat diperiksa Dani pun mengakui memperoleh barang haram tersebut dari Suroso yang tak lain merupakan tetangga kosnya.

Tak ingin kehilangan jejak, polisi sekaligus menggeledah kamar yang ditempati oleh Suroso bersama istrinya. Keduanya pun kemudian digelandang ke Mapolsek Genteng untuk dimintai keterangan.

Saat dihadapkan petugas, Dani mengaku kalap saat dirinya memutuskan untuk menggunakan sabu. Dani mengatakan dirinya putus asa karena dililit hutang yang menumpuk. Sedangkan pendapatannya berjualan kopi tak mampu menutupinya. "Saya kalut pak. Utang numpuk tak bisa bayar. Maksudnya agar pikiran saya tenang. Baru satu bulan ini saya pakai," kata Dani, saat di Mapolsek Genteng.

Sementara Suroso yang bekerja sebagai kuli bangunan mengaku dirinya terpaksa menjadi kurir sabu lantaran sedang sepi orderan. "Lumayan pak satu kali ngirim dapat Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribuan. Terpaksa pak, saya baru dua bulan ini," cetus Suroso.,(TOM)

Editor :