suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Karpet Merah Menuju DKI 1 Buat Risma

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Seperti yang telah Redaksi Tulis kemarin, tawaran menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta pada Risma semakin menguat. Membuat Risma harus menentukan pilihan dalam mengemban amanah bangsa. Pengabdiannya di Surabaya membuat perhatian warga DKI Jakarta tertuju pada Walikota Surabaya ini, untuk memimpin Jakarta. Pagi tadi, pada sebuah acara saat pidato, Risma menyempatkan berpamitan dan minta maaf pada seluruh jajaran Pemkot. Termasuk jajaran terbawah Lurah beserta Stafnya, selain para SKPD yang dipamiti.

Pidato Risma Pagi tadi Kamis 04 Agustus, direspon positif oleh berbagai kalangan di Jakarta. Tak ayal para petinggi DPP PDIP sibuk menjawab pertanyaan tokoh masyarakat Jakarta dan tokoh Parpol yang selama ini menunggu Risma. Untuk perhelatan Pilkada di DKI Jakarta melawan petahana Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Walau pidato Risma bukan murni bertujuan pamitan untuk menjadi Cagub DKI. Karena belum terkonfirmasi pencalonanan itu. Baik dari DPC PDIP Surabaya maupun Ketum PDIP Megawati Sukarno Putri. Namun respon positif warga Jakarta menyeruak dibebagai sudut kota Ibu Kota Negara ini.

Para elit DPP PDIP seperti Wasekjend DPP Ahmad Basara, menjawab para tokoh itu, DPP belum memutuskan. Semua Cagub baik yang diusulkan DPC, DPD DKI dan nama Kader seperti Tri Rismaharini sudah diserahkan pada Ketua Umum sebagai pemilik mandate. Kita tunggu saja keputusan bu Mega, papar Basara pada setiap menjawab pertanyaan.

Para elit DPP sudah menyatakan tidak akan mengusung Ahok karena sering membuat statmen yang melukai hati kader PDIP. Walaupun jalur DPC DPD PDIP DKI Jakarta mengusulkan Djarot dan Boy Benyamin.

Namun jalur DPP mengerucut pada Risma dan  Komjend. Budi Waseso Kepala BNN yang makin banyak diperbincangkan. Dalam berbagai survey nama Risma semakin menguat mendekati kepopuleran Ahok.Besar kemungkinan Risma akan memenangkan pemilihan Kepala Daerah di Jakarta. Sebab hanya Risma yang bisa menandingi Ahok dalam konstelasi politik ibu kota. (kus)

Editor :