SURABAYA - SUARA PUBLiK. Setelah sukses melakukan operasi
pengamanan di wilayah perairan Lebanon pada misi perdamaian PBB selama kurang
lebih satu tahun. Akhirnya 107 Prajurit Satuan Tugas Maritime Task Force
Kontingen Garuda XXVIII-H/UNIFIL yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Yayan
Sofyan, S.T, kembali ke tanah air pada Selasa, (6/9/2016) dengan selamat.
Upacara penyambutan pasukan yang di pimpin langsung oleh Panglima Komando Armada
RI Kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Darwanto. S.H., M.A.P ini tekesan penuh
haru. Pasalnya sebagai seorang prajurit yang di tugaskan jauh dari keluarga
dalam waktu yang cukup lama. Membuat kerinduan yang mendalam di benak para
prajurit itu sendiri.
Kapal organik jajaran satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur
(Satkoarmatim) ini telah secara aktif memberikan kontribusi kepada Maritime
Task Force/ UNIFIL di perairan Lebanon.
Pangarmatim, Laksamana Muda TNI Darwanto, menjelaskan jika upacara penyambutan
ini adalah bagian dari apresiasi koarmatim kepada para pasukannya yang sedia
mengemban tugas dari PBB dalam misi perdamaian dunia.
"Upacara penyambutan ini kami gelar, dalam rangka mengapresiasi prajurit
Satgas Maritim TNI Kongan XXVIII-H di Lebanon yang menggunakan KRI Bung Tomo,
dan alhamdulillah ke 107 prajurit datang dengan selamat dan sehat wal afiat
tanpa kurang suatu apapun, termasuk para keluarga yang sudah menunggu sedari
tadi," ujar Laksamana Muda TNI Darwanto di Makoarmatim.
Masih kata Pangarmatim, pihaknya bersyukur karena para prajurit yang datang
tidak kekurangan suatu apapun, namun juga membawa prestasi selama operasi di
perairan Lebanon tersebut.
"Kami sangat senang, bersyukur, Satgas kali ini meraih Hailing tertinggi
diantara kapal-kapal perang milik negara Jerman, Brazil, Yunani, Turki dan
Bangladesh, dari operasi yang dilaksanakan, satgas TNI Konga XXVIII berhasil
melaksanakan hailing di AMO sebanyak 1.097 kali," imbuhnya
Sementara itu, komandan pasukan satgas Kontingen Garuda XXVIII-H/UNFIL, Kolonel
Laut (P) Yayan Sofyan juga berujar syukur atas keberhasilan satgas selama
melaksanakan operasi di misi perdamaian PBB kali ini.
"Dalam pelaksanaan tugas kali ini kami merasa puas dan bersyukur atas apa
yang sudah dilakukan prajurit. Mengingat tugas kami disana terbagi menjadi dua
pilar, yakni Maritime Interdiction Operation, yaitu menjaga stabilitas keamanan
dia area perairian lebanon, mengingat sangat rentan terjadi penyelundupan-penyelundupan
ilegal seperti senjata. Pilar selanjutnya kami mendapatkan misi untuk
memberikan pelatihan kepada angkatan laut Lebanon, dan alhamdulillah, kami
laksanakan dengan baik," jelas Komandan Pasukan Satgas Kontingen Garuda
ini.(TOM)
Editor : Pak RW