TANAH BUMBU (Suara Publik)- Berdasarkan laporan dari pihak PT. ASD ke Polres atas tindakan PT. BBM yang melakukan illegal Minning yang merambah lahan PKP3B PT. ASD masuk kedalam 500 meter, ternyata tidak ada tindakan yang tegas dari aparat jajaran Unit Minning Polres Tanah Bumbu (12/09).
Terkesan “takut” terlihat sekali, meski dilakukan penyitaan alat dari PT BBM unit Gleder beserta beberapa Truk Tronton ternyata diketahui tidak diamankan di Polres. Lain jika yang kepergok penambang selain PT BBM, pihak aparat menindak tegas alat berat penambangnya langsung diangkut ke Mapolres.
Informasi yang didapat tidak adanya tindakan yang diambil oleh jajaran Polres diduga ada campur tangan oknum Perwira Polri di belakang PT BBM. Bahkan yang lebih anah lagi, semua alat berat barang bukti tersebut kembali beroperasi meskipun pihak PT ASD telah melaporkan kejadian itu secara resmi kepada pihak Polsek Satui.
Kanit Minning Polres Tanah Bumbu, Ipda Wilhelmus Helki saat dikonfirmasi via telepon seluler tidak mau memberikan keterangan dan menyarankan agar konfirmasi langsung ke Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Winarto. Sementara, Kapolres Tanah Bumbu saat dihubungi juga sedang berada diluar kota dan tidak berada ditempat ketika tim minning melakukan penertiban.
Sungguh ironis atau memang sengaja tidak ingin memberikan keterangan, pihak Polres Tanah Bumbu seolah "Makan Buah Simalakama" karena sang pelaku illegal minning adalah seorang oknum Perwira Tinggi Polri hingga mereka tak mampu berbuat apa apa. (M.Noor)
Editor : Pak RW