suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tanpa Rambu Peringatan Bahaya, Kapal Anugrah Indah Tabrak Bangkai Kapal Tanto Hari.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Akibat tidak adanya rambu-rambu atau penandaan adanya bangkai kapal kapal Cargo Tanto Hari yang tenggelam diperairan APBS( Alur Pelayaran Barat Surabaya ). Sehingga membuat kapal layar motor yang yang melintas menabrak bangkai kapal tersebut.

Setelah Jumat 23/9 kemarin Kapal layar motor (KLM) Berkat Mulia yang mengangkut bahan kelontong dari Dermaga Pelabuhan rakyat (Pelra) Kalimas. Dengan tujuan Balik Papan Kalimantan Timur terbalik usai menabrak bangkai Kapal Cargo Tanto Hari, kini Selasa 27/9 pukul 04.30 WIB giliran Kapal Layar Motor (KLM) Anugrah Indah tenggelam diantara Dermaga Wilmar dan Teluk Lamong setelah mabrak bangkai kapal tersebut.

Kapal Layar Motor (KLM) Anugrah Indah tenggelam diantara Dermaga Wilmar dan Teluk Lamong, Selasa 27/9 pukul 04.30 WIB.

AKBP Heru Prasetyo Kasatrolda DitPolair Polda Jatim mengatakan, tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Anugrah Indah diantara Dermaga Wilmar dan Teluk Lamong, diketahui Selasa 27/9 Pukul 04: 00 WIB.

" Kami mendapat laporan tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Anugrah Indah kemudia kami mengirimkan satu unit patroli untuk melakukan pengecekan dan pengevakuasian para ABK," ungkap AKBP Heru Prasetyo di lokasi tenggelamnya kapal KLM Anugrah Indah di Perairan ABPS Selasa 27/9.

Heru melanjutkan, Kapal yang muat kayu ini dari Bawean menuju Surabaya, taba-tiba diantara Dermaga Wilmar dan Teluk Lamong menabrak bangkai kapal sehingga terjadi kebocoran. " Dalam kurun waktu 5 hari ini sudah dua kapal yang menabrak bangkai kapal ini, karena tidak ada tanda dalam proses pengangkatan kapal tersebut," ungkapnya.

Kata Heru, ini disebabkan karena dalam proses pengangkatan bangkai kapal tersebut tidak ada lampu penanda atau rambu-rambu sehingga mengganggu arus pelayaran. " seharus dalam proses pengangkatan ini ada rambu-rambu dari navigasi atau lampu yang menandai ada proses pengangkatan bangkai kapal," katanya.

Heru menambahkan, pihaknya masih akan medalami penyebab kapal karam ini. " kami akan masih berkordinasi dengan unit Gakum ( Penegakan Hukum ) DitPolair Polda Jatim untuk mastikan adanya pelanggaran hukum dan sangsinya," terang Heru.

Untungnya dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, Petugas Polair yang melakukan patroli, langsung melakukan evaluasi empat korban dan dibawa ke Mako Polair sebanyak empat orang awak kapal yang ada di dalam kapal tenggelam dalam kondisi selamat.

Keempat ABK kapal motor KML Anugrah Indah yang berhasil diselamatkan adalah sapii sebagai Capten Kapal,  Abdul Malik, M. Rafii dan Zubair.

"Sekarang keempat awak kapal itu sedang diperiksa oleh kesatuan pengamanan laut dan pelabuhan (KPLT). Dan kami melakukan pendalaman ," terang Heru.(TOM)

Editor :