suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

AKBP Donny Adityawarman: Keluarga Harmonis Adalah Kunci Pencegahan Anak Terlibat Narkoba.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Maraknya peredaran narkoba di kalangan anak-anak (pelajar) Surabaya yang menjadi kurir. Pengguna bahkan pengedar narkoba, membuat sejumlah orang tua harus ektra waspada. Pasalnya kini para pelaku pengedar narkoba terus membidik pelajar bahkan anak-anak dibawah umur. Untuk menjadi budak-budak narkotika yang bisa di manfaatkan untuk kurir peredaran narkoba.

Dari data yang di himpun suara-publik.com, Banyaknya pelajar yang awalnya di beri terlebih dahulu oleh bandar narkoba. Ketika anak sudah mulai kecanduan narkoba, pelaku sering kali memanfaatkan hal tersebut. Para pelaku mulai menggunakan anak-anak sebagai kaki tangannya. Biasanya anak tersebut berasal dari lingkungan keluarga yang berantakan. Untuk menghindari keluarga kita, baik anak, adik, atau sanak saudara terjerumus kedalam jurang kegelapan narkoba, Kasatreskoba Polrestabes Surabaya memberikan solusi untuk mencegah , apa saja solusinya ?

Dalam upaya pencegahan banyaknya anak-anak yang menjadi budak narkoba, Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Adityawarman mengatakan, agar sanak saudara, bahkan kita sendiri  tidak terjerumus kedalam narkoba, jauhi lingkungan yang sudah terlibat narkoba. Menurutnya, jika kita sudah mendekati lingkungan yang sudah menggunakan narkoaba, tidak menutup kemungkinan kita akan ikut mencoba. “jauhi teman, bahkan saudara yang sudah menggunakan narkoba. Karena tidak menututpi kemungkinan lingkungan tersebut akan menyuruh si anak mencoba narkoba” terang, Donny, rabu (19/10/2016).

Masih kata Donny, selain lingkungan luar yang berpengaruh, lingkungan keluarga adalah yang utama. Keharmonisan keluarga membuat anak betah dirumah, dengan demikian anak tak akan sering keluar rumah dan tidak salah pergaulan.

Selain itu, para orang tua seharusnya rutin mengontrol dan memantau terhadap teman anak, HP, dan dengan siapa saja anak atau adik kita bergaul. “meski tidak sering, kita harus mengecek HP anak-anak kita, siapa saja temannya, dan dimana biasanya anak ini bermain,” imbuh, perwira asal Surabaya ini.

Namun, jika keluarga kita sudah terjerumus narkoba, pihak keluarga bisa membawa anak atau kerabatnya ke panti rehabilitasi. Atau bisa meminta konsultasi kepada Polisi atau BNN. Pewira dengan dua melati dipundaknya ini menambahkan, anak memiliki masa depan yang panjang, jangan sampai dirusak dengan mengenalkan narkoba. “pokoknya, anak jangan sampai terlibat, atau dilibatkan, selain polisi, tindakan lingkungan sekitar akan lebih berpengaruh tehadap angka pengurangan narkoba,” pungkas Donny..(TOM)

Editor :