Surabaya Suara-Publik. Empat dari
enam komplotan begal jalanan dengan modus umpan perempuan berhasil diungkap
unit Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Itu setelah pihak Resmob
melakukan penyidikan terhadap dua tersangka bernama Abdul Jalil (22) warga
Tambak Asri Surabaya yang menjadi otak perampasan motor milik korban dan
Rekannya Raimon (26) warga Bangunsari Surabaya yang berperan sebagai penadah
untuk diteruskan ke orang lain.
Dari keduanya, petugas berhasil
mengumpulkan empat TKP dengan modus yang berbeda-beda, diantaranya adalah
dengan menggunakan tersangka Nur Aini (18) warga Sidotopo Surabaya dan LIP (16)
warga Tambak Dukuh Surabaya untuk merayu para korbannya sebelum akhirnya korban
diancam dan dirampas kendaraannya secara beramai-ramai.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak
Surabaya, AKBP Takdir Matanette menjelaskan jika keempat tersangka ini adalah
komplotan yang sering melakukan perampasan kendaraan bermotor.
"Jumlah komplotan ini ada enam
orang, untuk tersangka lain berinisial A.A dan D.P masih dalam pengejaran
petugas. Sementara itu dari pengakuan mereka, kawanan ini sudah melakukan
aksinya sebanyak empat kali di TKP yang berbeda-beda. Diantaranya, Asemrowo,
Bubutan, Sukomanunggal dan paling baru di Kalianak," terang Takdir, Selasa
(22/11/2016).
Kapolres menambahkan, jika dua orang
tersangka yang berhasil diamankan ini juga merupakan residivis dengan kasus
serupa.
"Dua orang ini juga merupakan
residivis, bahkan dalam aksinya komplotan ini menggunakan senjata tajam untuk
menodong para korbannya hingga tidak berdaya," imbuhnya.
Sementara itu, Abdul Jalil mengaku
terpaksa melakukan perampasan ini karena terdesak kebutuhan ekonomi dan tidak
memiliki pekerjaan tetap. "Saya dapat bagian 1 juta mas, uangnya buat anak
sama pacar, trus buat makan," aku tersangka.
Kepada keduanya, petugas melakukan tindakan tegas, dengab membubuhkan timah panas di kakinya, karena berusaha kabur saat hendak diamankan. Dari tangan keduanya petugas berhasil membawa satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja 650CC, satu uniy motor Vega sebagai sarana, sebuah pisau penghabisan, dan uang tunai 1 juta rupiah sisa penjualan.( TOM)
Editor : Pak RW