SURABAYA
Suara–Publik. Pelarian Rahman Ramamdoni, 24, berakhir sudah. Copet dompet dan
handphone spesialis konser musik itu akhirnya berhasil ditangkap Unit
Reskrim Polsek Tegalsari kemarin (30/11) siang. Walau sempat buron
seminggu, Rahman akhirnya ditangkap dengan barang bukti kejahatan yang
sudah dilakukannya.
Penangkapan
Rahman ini bisa jadi kabar baik baik penonton konser musik. Baik di
Surabaya atau beberapa kota lainnya di Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga
Jogjakarta. Sebab, 'Raja Copet' itu memang kerap menjadikan penonton
konser musik, terutama perempuan jadi sasarannya.
Penangkapan
Rahman berawal dari keterangan yang dikatakan oleh rekan copetnya, M.
Aris. Aris ditangkap terlebih dulu saat Polsek Tegalsari melakukan
razia. ''Rahman sebenarnya bersama si Aris ini, tapi dia langsung turun
dari boncengan motor dan lari saat melihat razia polisi,'' terang Panit
Reskrim Polsek Tegalsari Ipda Zainal Abidin.
Nah,
dari mulut Aris kemudian terungkap bahwa kedua pelaku baru saja mencuri
handphone milik Sri Retna Wulandari, 23. Saat itu, kedua pelaku mencuri
di tengah konser band asal Jogjakarta, Endank Soekamti di lapangan
Kodam V Brawijaya. ''Saat berjoget, dua pelaku mendorong korban sampai
jatuh, handphone korban Samsung J5 dirampas langsung lari,'' kata
Abidin.
Usai
menangkap Aris, Polisi mulai memburu Rahman. Dari keterangan Aris juga,
Rahman merupakan pemetik sekaligus otak dari aksi yang selama ini
mereka lakukan. Pelacakan mulai dari alamat rumah Rahman hingga beberapa
lokasi dilakukan polisi.
''Kami
menyisir beberapa kota sampai Jogjakarta, ternyata disana ada catatan
bahwa Rahman ini sudah beraksi satu kali. Ciri-cirinya sama, bertubuh
tambun dan bertato,'' jelas mantan Panit Reskrim Polsek Rungkut itu.
Sempat
menyerah, titik terang tentang keberadaan Rahman datang. Salah satu
informan Polisi menyebut alumnus SMK Bubutan itu sedang bersembunyi di
rumah neneknya, Jalan Dapuan. Abidin dan anak buahnya pun meluncur.
''Ternyata benar, pelaku ada di rumah itu. Langsung kita tangkap tanpa
perlawanan,'' kata Abidin.
Tercatat,
keduanya sudah beraksi sebanyak tiga kali saat konser musik diadakan di
Kodam V Brawijaya. Tiga handphone berhasil diamankan. Tapi polisi
menduga, TKP kedua pelaku lebih dari itu. ''Hitung saja berapa konser
musik diadakan di Surabaya, itu mereka pasti ada dan nyolong disana. Ini
masih kita selidiki penadahnya, semoga jumlah TKP kedua pelaku cepat
terungkap,'' lanjut Abidin.
Kepada
polisi, Rahman dan Aris sudah melakukan aksi pencopetan itu dua tahun
terakhir. Konser musik jadi sasaran karena menurut mereka korban tidak
sadar ketika barangnya dicuri. ''Kebetulan saya juga suka lihat konser.
Sekalian lihat hiburan sama cari uang,'' ujar Rahman.
Uang
hasil curian banyak dihabiskan untuk beli minuman beralkohol dan biaya
hidup. Kadang, uang itu juga dibuat biaya transportasi untuk beraksi di
beberapa kota lainnya. ''Tiap konser Endank Soekamti atau SID, selalu
datang. Ya nyuri, ya lihat konser,'' tandas Aris. (TOM)