suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dua Minggu Jelang Pernikahan, Ariyanto Ditemukan Tewas di Makam Kembang Kuning.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
SURABAYA - SUARA PUBLIK.  Suara adzan Maghrib yang terdengar dari komplek Makam Kembang Kuning Surabaya, Jumat (02/12/2016) petang tadi, terasa berbeda. Sebab, suara adzan tadi bercampur suara tangisan Yosep (19) beserta keluarganya. Apalagi saat kedua mata Yosep melihat sesosok jasat pria yang sudah mengeluarkan bau busuk. Karena jasad itu adalah Ariyanto (29) kakak kandungnya yang sudah menghilang sejak Rabu malam kemarin.

Yosep seolah tidak percaya jika kakaknya itu ditemukan sudah tidak bernyawa. Apalagi Yosep sendiri yang menemukannya. Memang, Yoseplah yang mencari kakaknya, sejak kakaknya tidak pulang ke rumahnya di Kupang Gunung Jaya 5/4, Putat Jaya, Sawahan Surabaya. Padahal sehari hari, kakaknya itu bekerja sebagai pembersih makan di komplek Krematorium Makam Kembang Kuning. 

"Saya sudah mencari kemana mana sejak Rabu Malam. Tapi tidak ketemu. Sore tadi, saya mimpi ketemu bapak saya dan disuruh mencari kakak saya ke arah utara komplek makam. Saya juga tidak percaya. Soalnya Bapak saya sudah meninggal lama," kata Yosep terbatah batah menahan isak tangis.

Ya, Yosep pun mencari kakaknya kesisi utara makam. Dan tepat pukul 17.00 Wib, Yosep mencium bau busuk. Darisanalah, Yosep mencarinya. Betapa kagetnya dia. Sesosok tubuh pria berkaos merah telungkup dibalik ilalang tinggi. Yosep yakin itu kaos kakaknya. Dia pun berlari dan berteriak minta tolong. 

Dan benar, setelah polisi datang, jasad itu ternyata jasad Ariyanto, kakak Yosep. Saat olah TKP dan identifikasi, polisi menemukan obat obatan yang diduga dikonsumsi Ariyanto untuk menyembuhkan penyakitnya selama ini. "Iya mas. Dia sering mengeluh sakit perut setiap hari. Ya obat itu yang diminumnya untuk melegakan sakit diperutnya" tutur Sudayanto, teman sekerja Ariyanto.

Sudaryanto lalu bercerita, bahwa Rabu malam itu, sekitar pukul 23.00 Wib, Ariyanto sempat nyangkruk dan ngopi bersama dengannya di warkop di area makam. Namun setelah Ariyanto pamit balik, Kamis paginya, Sudaryanto mendapat kabar kalau sahabatnya itu telah hilang. "Kasihan mas. Tanggal 15 (Desembet 2016, red) besok, Ariyanto mau nikah," ulas pria asli Pacitan ini dengan mata berkaca kaca.

Setelah diidentifikasi, jasad Ariyanto akhirnya dievakuasi polisi ke ambulan. Evakuasi ini pun diringi dengan isak tangis keluarganya. Sedangkan Yosep, lebih memilih pulang karena tidak tega melihat jasad kakaknya tersebut. "Jasadnya kami bawa ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo untuk keperluan visum," sebut Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Nanang Fendi,

AKP Nanang menegaskan, tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit. Sebab dari barang bukti obat generik yang dibawa korban, korban diketahui menderita gangguan perut cukup lama. "Kami juga akan menunggu hasil visum dokter," pungkasnya.(TOM)

Editor :