suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Layanan Esek-Esek 3some di Grebek Unit PPA Polrestabes Surabaya

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Surabaya Suara-Publik. Melihat tren layanan threesome(hubungan seks dengan dua wanita) yang semakin banyak diminati, membuat Ismiati tergiur. Perempuan 31 tahun asal Jalan Putat Jaya C Barat, Surabaya ini nekat menawarkan layanan tersebut kepada pelanggan melalui media sosial(medsos). 

 

Gara-gara hanya memiliki satu anak buah, yakni TS (32), akhirnya Ismiati ikut terjun melayani threesome. Namun, aksi prostitusi online yang dilakukan Ismiati ini ternyata diendus polisi. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung melakukan penyelidikan. Ismiati dan TS, saat itu diketahui berada di sebuah hotel di Jalan Kedungsari pada Rabu (5/4/2017) malam.

 

Sejumlah anggota kemudian segera menuju hotel tersebut melakukan penggerebekan. Saat polisi datang, Ismiati dan TS tengah asyik melayani seorang pelanggan. Awalnya, polisi mengira jika kedua wanita itu adalah korban. Namun setelah dimintai keterangan Ismiati merupakan mucikari yang menawarkan TS. 

 

Dalam menjalankan aksinya, Ismiati menawarkan TS melalui salah satu grup Facebook (fb). Dia memposting foto seksi TS lengkap dengan perincian tarif yang harus dibayar pelanggan dan juga nomor kontak yang bisa dihubungi. 

 

Diduga, postingan ini sudah dilakukan oleh Ismiati berulangkali. Namun, pelanggan jarang yang berminat dengan TS lantaran layanan yang diberikan oleh Ismiati dan TS sudah terlalu mainstream, alias seks biasa. 

 

Padahal, saat ini banyak pelanggan yang menginginkan layanan seks yang bergaya aneh-aneh. Bahkan mereka rela membayar mahal untuk mendapat layanan itu. Hal inilah akhirnya membuat Ismiati banting stir. 

 

"Selain menjadi mucikari, tersangka ini juga menyiapkan dirinya jika ada pelanggan yang menginginkan layanan threesome," ujar AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu (8/4/2017).

 

Proses pembokingan yang dilakukan Ismiati, ternyata sederhana. Pelanggan cukup membayar DP(down payment/uang muka) 50 persen untuk bisa menikmati layanan threesome ini. Sedangkan sisanya, akan dibayar setelah pelanggan usai menggunakan layanan mereka. 

 

"Untuk layanan threesome, tersangka mematok harga Rp 1,5 juta. Setelah itu, hasilnya dibagi rata dengan korban. Tapi, tersangka juga memotong uang pulsa milik korban, lantaran ia yang aktif mencari pelanggan," jelas Shinto.

 

Setelah pelanggan sepakat, kata Shinto, maka pelanggan diminta untuk mentransfer DP(uang muka) sekaligus menentukan lokasi untuk berkencan. Biasanya, tempat yang paling favorit adalah hotel. "Saat itu mereka memilih Hotel Metro di Jalan Kedungsari. Di situlah mereka kami amankan," tandasnya. (TOM).

Editor :