suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bercinta Via HP di LP Cibinong

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Jakarta, suara-publik.com - Jagad aneh-aneh, meski berada dalam penjara kalau yang namanya penjahat kelamin tetaplah penjahat kelamin. Dayat penghuni LP Cibnong karena kasus narkoba, berhasil menggaet Nurul warga Johar Baru Jakarta. Modus kejahatan ini termasuk masih baru dilakukan oleh penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP). Pasalnya, dengan modus telepon nyasar, membuat rumah tangga Nurul dan Herman Susilo, warga Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat terancam bubar. Dimana, Nurul sang istri yang disayangi Herman meminta untuk bercerai setelah terpergoki tengah bermesraan via HP, dengan seseorang yanga mendekam di LP Cibinong.
 
Herman juga menyatakan, kalau istrinya tersebut diduga sudah cukup lama berhubungan dengan Dayat, yang belakangan diketahui sebagai napi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cibinong. Hal itu pun diakui oleh Nurul sang isteri, yang memaparkan secara terus terang kalau hubungannya berawal dari telepon nyasar Dayat. Dimana diakui, hubungan mereka dimulai dari curhat-curhatan, lalu kemudian saling menaruh simpati sampai akhirnya Nurul membesuk Herman ke LP. Bahkan, Nurul juga terus terang kalau dirinya sering menerima uang, baik langsung maupun via transfer dari napi tersebut.
 
Akibatnya, hubungan rumah tangga dari keduanya pun terancam perpisahan. Sebab semenjak dipergoki suaminya, Nurul langsung minta untuk segera diceraikan. Bahkan ironisnya, Nurul menyatakan akan menunggu sang napi yang ternyata bandar Narkoba itu bebas dan untuk selanjutnya akan menikah bersamanya. Sementara, Herman sang suami mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan yang sudah menimpa rumah tangganya itu. Saat ditanya, Herman cuma bisa berujar lirih akan menerima pasrah nasibnya ditinggal sang isteri. Ia juga membenarkan, alasan sang isteri meminta cerai lantaran memang sering ditinggal pergi mencari nafkah.
 
Kejahatan via handphone, sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Dahulu, masyarakat sering menjadi korban SMS penipuan seperti "Anda beruntung dpt hadiah 25jt dr Telkomsel" atau "Kirimi mama pulsa" atau "Undangan dr Dikti tertanda pak dadet". Belakangan kasus penipuan semacam itu pelan-pelan menghilang. Apalagi polisi sudah menangkap beberapa pelaku yang menggunakan nomor pribadi tersebut.
 
Akan tetapi, modus kejahatan via handphone yang satu ini di duga bukan lagi sekedar untuk meraup rupiah. Bisa jadi ini adalah modus baru, yang selain bisa mendapat kepuasan penyaluran biologis, juga bisa menjadikan korbannya sebagai penyalur narkoba, dengan terlebih dahulu dijerat oleh rayu dan janji akan dinikahi dan hidup sejahtera selepas menjalani hukumannya. 
 
Untuk itu, kiranya pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian, patut segera mengambil langkah tegas dalam menyikapi hal yang menyangkut fenomena kisah miris diatas. (Goes/Ikbal)

Editor :