suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kyai Salwa Arifin Didesak Untuk Maju Sebagai Calon Bupati.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Dilaporkan Oleh Hery Masduki.

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Munculnya Wakil Bupati yang akan maju sebagai bakal calon Bupati Bondowoso periode 2018-2023, membuat situasi Politik semakin memanas di bumi Ki Ronggo ini. Pasalnya, simpatisan dan pendukung KH Salwa Arifin telah terang-terangan memasang bener disejumlah ruas jalan. Meski dari pihak KH Salwa Arifin sendiri belum menyatakan secara resmi bahwa dirinya akan akan sebagai bakal calon Bupati.

Namun, desakan agar maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada tahun 2018 mendatang tidak bisa dibendung. Seperti yang diungkapkan Abdurrahman Syamsul, bahwa munculnya nama KH Salwa Arifin yang digadang-gadang maju pada pilkada, tidak terlepas dari penyataan petinggi partai yang berlambang Ka’bah ini, yang menyatakan agar maju sebagai calon Bupati Bondowoso.

“Pernyataan Ketua Umum PPP (Pak Rommy) akan mencalonkan KH Salwa Arifin sebagai Bupati,”kata anggota Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah Situbondo (Iksass) ini. Ia juga mengaku, sejak Ketum PPP memberikan stetmen akan mencalonkan kiya sebagai Bupati, memang ada sejumlah tokoh dan pejebat yang secara terang-terangan melamar untuk menjadi wakilnya di pilkada. Hanya saja, kata dia, pihak Kiyai tidak mau.

Karena rata-rata yang melamar bukan dari Politisi yang tidak punya partai. “Mereka yang melamar untuk menjadi wakil, rata-rata pejabat yang masih aktif. Tapi kyai menolak, karena belum ada restu dari Sukorejo" ungkapnya. Ketika ditanya tentang banyaknya bener KH Salwa Arifin yang terpasang dimana-mana, Abdurrman menjawab tidak tahu menahu. Menurut dia, mungkin simpatisan lain yang sengaja memasang gambar untuk memancing bakal calon Bupati yang lain untuk muncul.  

“Yang pasti, adanya bener yang menyebar dimana-mana itu bukan dari pihak Kiyai,” kata mantan tim sukses Paham ini. Namun demikian, jika tidak ada pilihan lain yang akan maju sebagai calon pemimpin Bondowoso, maka tidak menutup kemungkinan Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tangsil itu maju di pilkada.

“Kalaupun kemudian kiyai mau untuk maju di pilkada, tapi tidak ada restu dari gurunya di Sukorejo, dipastikan tidak akan jadi, karena beliau sangat menjunjung tinggi fatwa gurunya,”tegasnya.

Sementara itu, KH Salwa Arifin, saat ditemui diwisma Wakil Bupati, enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Bahkan dirinya lebih memilih bercerita hal yang lain. Karena menurut dia, Pilkada masih jauh. “Bercerita yang lainnya saja, kalau mau bertanya masalah pilkada di Bondowoso yang tahu persis adalah para politisi,”kata Wabub, mengakhiri komentarnya. (her)

Editor :