SURABAYA (suara-publik.com)- Keberadaan Andre ternyata belum jelas. Lelaki yang diduga sebagai spionase Sat Narkoba Polrestabes Surabaya ini belakangan 'diburu' banyak pihak. Apalagi setelah berhasil menjebak pacarnya yang bekerja sebagai kasir tempat hiburan malam, Hana dan seorang temannya, Meme yang berprofesi sebagai pemandu karaoke di Ktv Centro di kawasan Darmo Park Mayjen Sungkono, Surabaya, Kamis (24/11/2011) pukul 14.00 WIB.
Menurut sumber, Andre sekitar 3 minggu lalu kabarnya telah ditangkap petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak (PPTP) Surabaya dalam kasus yang sama (sabu-sabu). Namun hingga kini, belum ada pihak yang memastikan penangkapan Andre, termasuk Bagian Humas PPTP, AKP. Lily Djafar.
Malahan, belakangan terdengar kabar bahwa Andre bersama seorang temannya sempat berkunjung ke salah satu tempat hiburan malam di Surabaya. “Andre bahkan sempat memancing para pemandu karaoke untuk disediakan ‘Pil Setan’ alias narkoba jenis inek,” tandas sumber. Masih sumber, pihaknya sudah mengantongi siapa saja komplotan Andre, salah satunya ‘banci’ yang biasa memasok cewek di tempat-tempat hiburan malam.
Penuturan keluarga salah satu korban yang berhasil dijebak Andre, kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menyatakan, niatan Andre untuk menjebak keluarganya itu dinilai sangat kejam. “Bayangkan mas, begitu barangnya Andre ditinggal di tempat kos di kawasan Lebak Arum Surabaya, korban langsung menelepon Andre untuk mengambil barangnya. Tetapi Andre menolak, dan tak lama kemudian beberapa polisi berpakaian preman langsung menggerebek tempat itu,” tutur Andi (nama samaran), menirukan pengakuan korban.
“Bisa dipastikan jika nantinya Andre tertangkap, maka akan membuka siapa sebenarnya yang menjadi otak penjualan narkoba. Apa oknum polisi itu kurang kerjaan? Jujur saja, hampir di tempat hiburan malam seperti di diskotik banyak beredar narkoba,” tandas salah satu mantan pemakai barang haram ini. Lanjutnya, “Tapi mengapa polisi ‘tidak berani’ membongkar sindikat pengedar narkoba di dalam diskotik? Itulah yang harus mereka jawab sendiri. Jangan hanya bisa menjebak yang ‘kecil-kecil’ dengan cara yang ‘memalukan’. Karena belum tentu mereka sebagai pengedar maupun pengguna narkoba,” ketusnya, Jumat (25/11/2011) pukul 13.00 WIB.
Sementara Jaksa Ririn kemarin di PN Surabaya kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) mengisahkan kronologis penangkapan Hana dan Meme. “Intinya saja ya, sabu-sabu yang habis digunakan Hana dan Andre disimpan di suatu tempat. Mengetahui barang haram itu masih ada yang tertinggal, Hana langsung telepon Andre untuk mengambilnya,” terang Ririn. Ditambahkan Ririn, “Namun malam harinya Hana mencium ada petugas yang hendak menggerebek tempat kos mereka. Hana lalu membangunkan Meme yang kebetulan tidur di sana, dan membangunkannya serta meminta Meme untuk menyimpan sabu-sabu tersebut di dalam ‘bra’ milik Meme,” ulas Ririn. (ono) foto : Andre
Editor : Pak RW