Berdasarkan hasil pertemuan dengan Wadirserseum, Jumat (23/12/2011) di ruang umum Mapolda Jatim dengan merujuk terbitnya STR/995/XII/2011 tertanggal 20 Desember 2011 dari Asops Kapolri, Gede diminta untuk melengkapi data tersebut sampai terbitnya STR. “Karena itulah saya segera melayangka surat kepada Ketua PN Surabaya untuk memberitahukan jadual lanjutan eksekusi,” kata Gede, Senin (26/12/2011). Ditambahkan Gede, "Surat tembusan itu sudah dikirim ke Mabes Polri dan sudah diterima Dirserseum Polda Jatim," imbuh Gede.
Heru Pramono belum menjawab pertanyaan suara-publik.com (Suara Publik Grup), dengan alasan tidak jelas, Senin (26/12/2011) pukul 11:47 WIB. Sementara isu yang berkembang, lanjutan eksekusi Cinderella tidak ada alasan bagi Kapolda Jatim untuk tidak melaksanakan pengamanan eksekusi . Karena sudah diberikan atensi oleh Asops Kapolri, Irjen Pol. Baidroedin Haiti, dan polisi mempunyai banyak pasukan anti huru hara. Sehingga tidak ada alasan lagi dalam bidang keamanan pelaksanaan eksekusi. Bahkan rumornya, 10.000 Banser siap untuk memback-up eksekusi tersebut, bila diperlukan.
Seperti diketahui, eksekusi Cinderella pada 14 Juni lalu gagal dilakukan lantaran dihadang oleh ribuan buruh kontrak, preman dan massa yang digalang oleh Cinderella. Akhirnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Coki Manurung menarik mundur pasukannya. Tetapi hingga kini kelanjutan pelaksanaan eksekusi tersebut tidak pernah dilakukan lagi. Bahkan Ketua PN Surabaya dan Kapolrestabes terkesan ‘mandul’. (isk,ono) foto: proses eksekusi pada 14 Juni lalu
Editor : Pak RW