suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Terkait Kematian Ijah, Tiga Saksi Diperiksa Polisi

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Singkawang,Suara-Publik.com – kasus kematian Ijah(44) yang telah ditemukan di lokasi pemakaman Tiong Hua, Jalan P.Natuna Kelurahan Pasiran Kecamatan singkawang Barat yang terlihat berada di semak-semak belukar rabu(11/01) kemaren,sekitar pukul 14.00 wib yang menggemparkan warga Singkawang.

Kapolres AKBP Prianto,SIK,MSI melalui kasat Reskrim AKP Amin Siddiq,SH saat di temui di RSUD Abdul Azis kamis (12/01) pukul 17.00 wib menjelaskan, pihak ke Polisian masih menyelidiki untuk mengetahui lebih lanjut apa penyebab kematian wanita separuh baya tersebut,maka di perlukan melakukan otopsi oleh tim Docter dari Dokkes Polda Kalbar.

“ Ini sengaja di lakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab dari kematian sang ibu rumah tangga ini,menurutnya hasil dari otopsi memang tidak bisa langsung di ketahui penyebab tewasnya korban karena untuk selanjutnya akan di lakukan observasi, setelah itu baru dapat di ketahui secara pasti apa penyebab tewasnya Ijah karena di perlukan waktu 1 atau 2 minggu kedepanya ”.katanya

Lebih lanjut Amin menjelaskan, hingga sampai saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan 3 orang saksi yang berinisial AK,AN,AL  sementara saksi lainya yang berinisial A terpaksa di bawa RSJ Buduk di Kelurahan Mayasopa Kecamatan Singkawang Timur, karena orang itu saat di periksa gelagat yang tidak wajar. Yaitu ketika ditanyai oleh penyidik sering membenturkan kepalanya di dinding serta menendang barang yang ada di ruang pemeriksaan,”Kasus ini akan tetap di kembangkan sambil menunggu keterangan dari RSJ terkait dengan saksi tersebut”.tegasnya

Dikatakan Amin, pihaknya juga telah menghubungi keluarga korban tetapi hingga saat ini belum di temukan sehingga dengan demikian Polres Singkawang bekerja sama dengan Forum Komunikasi pekerja Sosial masyarakat (FKPSM) Kota Singkawang untuk melakukan pemakaman korban,karena korban adalah seorang Muslim sedangkan suaminya menganut Agama Budha. Pungkasnya

Sementara Ketua FKPSM, Kota Singkawang, Mardiana Maya Satrini  saat di konfirmasi, Sabtu (14/01)pukul 14.30 Wib, mengatakan berharap Pemerintah Peduli membantu membebaskan sebuah tanah  atau anggaran yang jelas yang kedepannya apabila ada kasus penemuan mayat yang terlantar, menurutnya seportirnya tidak jelas namun itu adalah hak seseorang kemudian pemerintah harus bisa anggarkan biaya untuk pemakaman mayat yang terlantar, FKPSM hanya peduli namun diharap kerja samanya dari Pemkot Singkawang agar bisa membantu memikirkan hal tersebut.  Sementara itu Jenazah ibu ijah dijelaskannya sudah di makamkan pada hari jumat (13/01) pukul 16.00 wib,di wilayah Tanjung Batu dalam (Sak kok), Singkawang Selatan.

Lanjutnya ketua FKPSM menghimbau kepada seluruh instansi ataupun oknum bahwa anggota FKPSM di lapangan kadang kala diperlakukan yang tidak wajar dan tidak sopan, menurutnya permasalahan jenazah yang terlantar adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat dan FKSPM hanya bekerja sosial dan peduli dan jangan di pandang semata mata FKSPM adalah yang bertugas dan dijadikan sebuah tanggung jawab FKPSM namun wajib menangani permasalahan jenazah yang terlantar, “ ini wujud sebuah kepedulian”, tidak berharap nama,hanya bekerja sesuai ridho dari Allah. Harapnya semua unsur elemen masyarakat untuk bisa manusiawi dan peduli antar sesama manusia, jangan pernah ada penolakan terhadap jenazah yang terlantar. Ucapnya berharap. (Adi Winata) Foto: Ilustrasi(alfaqer)   

Editor :