Dilaporkan Oleh: Mahfud Susyanto
BONDOWOSO, suara-publik.com - Menanggapi pelantikan beberapa Direktur badan usaha milik daerah (BUMD) Bondowoso Gemilang (Bogem) oleh Bupati Amin, ditanggapi pesimis oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Sinung Sudrajat.
"Kita hormati keputusan Bupati, meski terlalu terburu-buru. Sedangkan saat ini di DPRD masih dalam perdebatan, dan belum ada keputusan,"katanya.
Menurutnya, untuk mendirikan sebuah usaha milik Daerah harus ada kajian yang matang, dan tidak ujuk-ujuk mendirikan, sehingga untung ruginya juga diperhitungkan, karena akan menggunakan keuangan daerah.
"Sudah sering kita ketahui banyak program yang hanya sekedar membangun, tapi kemudin tidak digunakan, seperti bangun pasar di Klabang dan bangunan resi gudang yang menelan biaya miliaran rupiah,"ujar Sinung. Kalau program yang menggunakan uang rakyat tidak terkonsep dengan jelas maka dampaknya akan merugikan keuangan Negara, sehingga terkesan menghambur-hamburkan anggaran, apalagi BUMD yang kajiannya masih belum jelas.
"Kita tidak ingin kejadian yang lalu menjadi muspro, meski kewenangan selanjutnya tergantung kebijakan Bupati yang Baru,"tegasnya.
Sebelumnya, Bupati telah melantik sejumlah Direktur Bogem, dengan surat keputusan Bupati, nomor 188.45/5/430.4.2/2018, dan telah resmi mengangkat tiga nama direksi, antara lain, Surya Kodrat Asshiddiqqi, SE sebagai Direktur Pemasaran; Rudi Hartoyo, SP posisi sebagai Direktur Produksi; dan Renny Aggraeni Zanata sebagai Direktur Administrasi dan Umum.
Editor : Redaksi