suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

KH. Salwa Arifin Kecewa, Sudah Triwulan ke 3 Realisasi PBB se Bondowoso Hanya 18 Persen.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: KH. Salwa Arifin saat dikonfirmasi awak media.
Foto: KH. Salwa Arifin saat dikonfirmasi awak media.

Laporan : Hery / Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Sebanyak 21 Camat se Kabupaten Bondowoso, dikumpulkan oleh Wakil Bupati Bondowoso, Drs.KH Salwa Arifin, diwisma Bapup, jalan A.Yani, Rabu. (5/9/2018).

Dikumpulkannya para Camat tersebut, karena rendahnya setoran pajak bumi dan bangunan (PBB) kepada Pemkab Bondowoso, yang hingga saat ini sudah triwulan ketiga baru mencapai 18 porsen. "Mestinya pertanggal 31 Agustus kemarin sudah lunas. Tapi yang terjadi baru mencapai 18 porsen,"kata Bupati Bondowoso terpilih ini.

Bahkan, ada Kecamatan yang masih dibawah 1 persen. Seperti kecamatan Binakal realisasi sebesar Rp 333.086 juta (0,13%), Curahdami Rp 2.768.519 juta, (0,62%), Jambesari DS, Rp 915.725 juta (0,20%), Pujer Rp Rp 3.916.378 juta (0,44%) dan Tlogosari Rp2.019.520 juta, (0.21%).

"Saya tidak tahu kenapa harus seperti itu. Padahal tahun 2017 kemarin realisasi pajak sebelum jatuh tempo bisa mencapai 70%, tapi sekarang baru 18% atau sekitar Rp12.690.684.045,- tapi memang sudah ada yang mencapai 100%, seperti Sukosari,"ungkapnya.

Turunnya realisasi PBB ini, kata Kyai Salwa Arifin, dipicu karena tidak adanya bonus, sehingga menurut pengakuan Camat pada saat dikumpulkan, dengan tidak adanya stimulus, para penagih PBB malas.

Namun, Wakil Bupati ini nampak kecewa terhadap kinerja para pembantunya. Ia juga mencurigai adanya kesengajaan yang dilakukan secara masif untuk tidak menagih PBB agar pemerintahan Sabar kedepannya diopinikan terkesan gagal, sehingga tanda-tanda tersebut sudah diketahui.

"Kalau itu yang akan terjadi, maka Dana Alokasi Umum (DAU) akan dikurangi 20%, oleh pemerintah pusat, APBD akan mengalami devisit, sehingga pemerintah Sabar dianggap tidak bisa bekerja, dan itu akan menghambat jalannya pemerintahan Sabar,"ucapnya.

Meski demikian, KH Salwa Arifin masih memberikan toleransi kepada para camat untuk merubah sikap dengan kinerja yang baik dan bertanggung jawab. Karena menurutnya, jabatan yang diemban oleh para Camat itu adalah amanah dari rakyat untuk rakyat yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Namun, kalau tidak mau mereka harus siap untuk meletakkan jabatannya. "Saya bukan pimpinan yang suka mengancam, kerena mengancam itu sangat dilarang oleh hukum, tapi mereka harus tahu diri. Mau bekerja dengan baik atau tidak, saya hanya ingin Pemerintahan Sabar nanti berjalan sesuai perundangan dan peraturan yang berlaku,"tegasnya.

Pantauan suara publik diwisma Wabup, sejumlah Camat usai bertemu dengan KH Salwa Arifin, banyak yang terlihat pucat. Mereka lebih memilih pergi daripada memberikan keterangan kepada awak media. Didapat informasi, jika para camat dalam waktu dekat ini sudah siap untuk melunasi PBB.

Namun jika dalam waktu yang sudah disepakati masih belum merealisasikan PBB yang sudah dijanjikan kepada Wakil Bupati, sejumlah LSM akan melaporkan ke pihak berwajib, terkait tidak lunasnya PBB tersebut, karena dianggap Kemplang PBB.

Editor :