suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

FBR Bukan Preman

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Jakarta,Suara-Publik.com - Ditengah isu yang berkembang, tentang rencana pembubaran organisasi masyarakat. Hal itu disebabkan karena ulah segolongan preman yang anarkis yang mendompleng pada Ormas. Ulah para preman itu sangat meresahkan, bahkan menghantui masyarakat Indonesia. Namun tidak semua Ormas berjiwa preman, salah satunya adalah Forum Betawi Rempug (FBR).

Hal tersebut dikatakan anggota komisi C, DPRD DKI Jakarta Fraksi PPP H.Maman Firmansyah,SH. Disela-sela acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh FBR Gardu 0235 di JL.H.Murtado Rt.007/012 Plumpang Semper Koja Jakarta Utara, minggu (26-02-12). “FBR bukan sekumpulan preman, apalagi FBR Gardu 0235 yang sudah lama saya kenal, sepak terjangnya tidak menunjukan sikap sebagai preman,” ujarnya.Menurutnya, jangan asal bicara soal pembuburan ormas, Pasalnya Undang-undang dasar 45 menjamin setiap warga Negara berkumpul dan berserikat.“Ormas manapun bisa dibina, kenapa mesti dibubarkan dan kewajiban Pemerintah adalah untuk membina mereka,” jelasnya. H.Maman Firmansyah berharap, Ormas dan pemerintah adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan.

Sebab kebanyakan Ormas beranggotakan orang-orang muda yang dapat menjadi harapan dan ujung tombak bagi penerus pembangunan bangsa ini. ”Pemerintah diharapkan sebagai motivator dan fasilisator,” pungkasnya. Acara ini diisi Tausiah oleh para Alim Ulama Jabotabek, walaupun ditengah teriknya matahari, hal ini tidak mematahkan semangat warga dan para anggota FBR. Para hadirin terlihat antusias mengikuti jalannya acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Kalimat puji-pujian, dzikir dan sholawat terus berkumandang. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolsek Koja, Kompol I Gusti Made Selly, Wakil Camat Koja Drs.Nana Henriana, para anggota gardu-gardu FBR se Jakarta Utara dan sekitarnya. Sementara itu Kapolsek Koja, Kompol I Gusti Made Selly mengatakan, bahwa FBR harus keras, karena sejalan dengan karakteristik orang Betawi berjiwa dan kemauan keras.” Kalau tidak keras bukan orang Betawi,” tandasnya.

Bahkan Kompol Selly panggilan akrab Kapolsek Koja mengenang awal kalinya tinggal di Jakarta di kawasan Tanah Abang,” mulanya saya menganggap orang di Jakarta setiap hari berkelahi, padahal bercandanya saja seperti orang berkelahi,” kenangnya. Nampaknya Rojak, Ketua FBR Gardu 0235, juga tidak setuju dengan pembubaran Ormas. ”saya tidak setuju tentang rencana pembubaran Ormas, karena ulah oknum preman ditengah masyarakat, dan saya rasa siapapun orang yang ingin membubarkan Ormas karena ketidak pahaman dan kurang senangnya mereka terhadap Ormas, mungkin juga karena adanya kesenjangan dan kecemburuan sosial terhadap pendirian Ormas”. tegas Rojak.

Lebih lanjut Rojak menambahkan, seharusnya Ormas itu jangan dibubarkan kalau bisa dibina, agar permasalahan yang terjadi di masyarakat bisa dihadapi secara bersama.(samsul-ikbal)

Editor :