suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

MPC PP Depok Satu KomandoTolak Koalisi Lintas Ormas

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Pemuda Panca Marga (PPM) dan Forum Pemuda Muslim Maluku (FPMM) diberi nama ‘Forum Lintas Ormas’ Kota Depok di ruko Graha Depok Mas blok A 18, Jumat (2/3) dinilai MPC Pemuda Pancasila kota Depok bagus, namun sehubungan hal tersebut, maka kami pengurus MPC dan PAC Pemuda Pancasila kota Depok  perlu berkoordinasi lebih jauh dengan MPW PP Jawa Barat dan MPW PP DKI Jakarta.

DEPOK.(suara - publik.com) – hasil rapat Pleno pengurus harian MPC dengan PAC Pemuda Pancasila kota Depok yang digelar hari Jumat malam (1/3/2012) di sekretariat Jalan KSU Raya menghasilkan sebuah kesepakatan yakni untuk belum bisa bergabung dalam koalisi lintas ormas kota Depok.

Rudi Samin selaku ketua MPC Pemuda Pancasila  Kota Depok mengatakan, Koalisi forum lintas ormas yang terdiri dari FKPPI, Forum Betawi Rempug (FBR), Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Pemuda Panca Marga (PPM) dan Forum Pemuda Muslim Maluku (FPMM) dinilainya bagus, namun berhubung organisasi Pemuda Pancasila se jabodetabek ini perlu berkoordinasi lebih jauh dengan MPW PP Jawa barat dan MPW PP DKI Jakarta, maka kami harus rapat pleno sesuai mekanisme ucapnya.

Pemuda Pancasila adalah organisasi yang sudah lama, dan terstruktur, jadi kalau ada urusan terkait dengan strategis ke organisasian saya harus bicarakan dulu dong dengan pengurus harian, supaya jelas serta transparan arah kebijakan organisasi, jangan langsung berkoalisi dengan rekan-rekan ormas yang kami tidak mengerti apa visi dan misinya.

Kalau soal kamtibmas, kami sudah ada Kotinya, mulai dari Ranting hingga MPC PP Kota Depok, dan soal keamanan itukan urusan pihak aparat kepolisian, fungsi ormas hanya membantu saja.

Alasan belum bisa bergabung dalam koalisi lintas ormas di kota Depok kata Rudi, Pemuda Pancasila kota Depok masih banyak urusan rumah tangganya yang harus diselesaikan, yakni masalah urusan internal bersama dengan Pemuda Pancasila se-Jabodetabek, terkait dengan kejadian-kejadian sebelumnya.

Jadi lanjut Rudi, kami harus bicarakan dan berkoordinasi dahulu dengan Pemuda Pancasila se-jabodetabek, “ Saya sangat mendukung kebersamaan menjaga kamtibmas di kota Depok, namun koalisi itu juga seharusnya buat kesepakatan ( Mou) di hadapan Muspida, sebab jabatan Walikota   adalah pembina terhadap masyarakat khususnya Ormas dan OKP yang ada di kota Depok

Apa lagi MPC Pemuda Pancasila kota Depok ini ada dua MPWnya yakni, keadministrasiannya dipegang oleh MPW  PP Jawa Barat, secara hukumnya itu terletak diwilayah MPW PP DKI Jakarta, “ Jangan ujug-ujug buat Mou, tiba-tiba melutup lagi di jakarta, masakan MPC PP Kota Depok tinggal diam jelas Rudi.

“Saya tidak mau terjebak oleh kepentingan sesaat, sebab itu ucap Rudi, masih banyak urusan bangsa ini yang harus di kedepankan, seperti makna dari Pancasila itu sendiri masih belum bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini”, pungkasnya.

Pemuda Pancasila tetap konsisten sebagai pelopor menjaga NKRI berdasarkan azas negara Pancasila, kalau ada pihak-pihak yang hendak  ingin mengganggu atau merubahnya, kamilah (Pemuda Pancasila) yang akan maju melawan, dan tidak pandang siapapun mereka itu, karena dibentuk organisasi Pemuda Pancasila adalah sebagai pilar atau suatu kekuatan untuk menjadi benteng Negara dan Bangsa untuk melawan musuh dari luar maupun dari dalam yang ingin menggerogoti Pancasila tegasnya.

Harapanya, Ormas dan OKP yang ada di kota Depok untuk lebih mengedepankan kepentingan masyarakat ketimbang kepentingan kelompok atau pribadi, “ jangan jadi alat penguasa”, sebab kita ini mengabdi kepada bangsa, negara dan Pancasila bukan kepada seseorang pemimpin, sebab kalau seorang pemimpin itu habis masa jabatannya, yah selesai juga dong pengaruhnya sebagai penguasa.

Lebih jauh Rudi katakan, yang sifatnya kebijkan organisasi, tentu saja harus ditempuh melalui musyawarah dan rapat pleno pengurus sesuai AD/ART dan mekanisme organisasi agar lebih tertib dan mendidik, untuk itulah Pemuda Pancasila satu komando. (Benny Gerungan)

 

Editor :