DEPOK (suara-publik.com) - Terkait dugaan praktek korupsi
dalam proyek running text Rp 3,2 miliar di Dinas Komunikasi dan Informatika
(Diskominfo) Kota Depok, LSM Komite Pemantau Peradilan Kota Depok (KPPKD),
Yohannes Bunga mengaku sangat menyayangkan lambannya respon dari pihak
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok.
Dikatakan Bunga (sapaan akrab Yohannes Bunga, red), seharusnya pihak Kejari
Depok pro aktif dalam hal pemberantasan praktek korupsi di Kota Sejuta
Belimbing ini.
"Tetapi yang kita lihat saat ini, Kejari Depok justru terkesan lamban
dalam merespon dugaan praktek korupsi yang terjadi di Diskominfo. Ada apa ini
?", ujar Bunga menyayangkan, Rabu (7/3).
Lebih jauh dikatakannya, proyek running text yang digelar Diskominfo dengan
menelan dana APBD Kota Depok tahun anggaran 2011 sebesar Rp 3,2 miliar tersebut
penuh dengan kejanggalan.
"Selain masalah ukuran yang di duga tidak sesuai dengan spesifikasi (spek)
yang diminta, harga satuan dari papan running text tersebut juga terindikasi
telah di mark up oleh panitia lelang", lanjut Bunga menduga.
Terpisah, sumber Suara Publik yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan
bahwa dalam pelaksanaan lelang proyek running text tersebut tidak ada konsultan
yang dilibatkan secara langsung.
"Tidak ada konsultan seperti konsultan perencana, pengawas dan pelaksana
yang dilibatkan dalam pelaksanaan proyek tersebut", ujar sumber yang
mengaku terlibat dalam pelaksanaan tender lelang proyek running text.
Sebelumnya, anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI Perjuangan, Otto Leander
menegaskan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan data-data dan dokumen terkait
proyek running text yang digelar Diskominfo.
"Kami akan segera panggil dinas terkait untuk mempertanyakan soal proses
lelang proyek tersebut. Apalagi ada informasi yang mengatakan bahwa pekerjaan
proyek running text itu di duga tidak sesuai spek", tegas Otto meyakinkan.
Sebagai informasi, pagu anggaran dalam lelang proyek papan running text yang
menggunakan dana APBD Kota Depok tahun 2011 itu adalah sebesar Rp 3,2 miliar,
sementara HPS nya adalah Rp 3.169.111.526,00. Lelang tersebut akhirnya
dimenangkan oleh CV. Pintu Rejeki dengan penawaran sebesar Rp 3.160.000.000,-.
Pengadaan papan running text tersebut terpasang di tiga titik lokasi dengan
jumlah keseluruhan (banyaknya papan yang terpasang, red) sebanyak 5 buah papan
running text, dengan rincian: di jalan Margonda Raya, tepatnya di atas jembatan
penyeberangan orang (JPO) depan Depok Town Square (Detos) - Margo City (2
buah); di jalan raya Bogor -Jakarta (2 buah) dan di jalan alternatif Cibubur (1
buah).
Berikut nama penyedia barang/jasa & harga penawarannya:
1. PT. HUTAMA MANGGALA PERSADA Rp 900.000.000,-
2. PT. SATRIA SURYA PRATAMA Rp 1.000.000.000,-
3. CV. ANDINI Rp 1.100.000.000,-
4. CV. Pintu Rejeki Rp 3.160.000.000,-
(ferry sinaga)
Editor : Pak RW