suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Paska Demo, Ratusan Mahasiswa Papua Diamankan Polisi.

avatar suara-publik.com
Foto: Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam AMP diamankan di Mapolrestabes Surabaya.
Foto: Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam AMP diamankan di Mapolrestabes Surabaya.
suara-publik.com leaderboard

Laporan: Tom  

Surabaya, Suara Publik-Paska terjadinya Demo oleh warga Papua yang berada di Kota Surabaya pada, Sabtu (1/12/2018) lalu dan nyaris bentrok dengan salah satu Ormas di Surabaya.

Ada sebanyak 233 mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) diamankan oleh Kepolisian Polrestabes Surabaya.

Ratusan AMP itu diamankan dari asrama Kamasan Jalan Kalasan nomor 10 Surabaya dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya Minggu (2/12/2018) pukul 01.00 WIB.

Setelah sebelumnya Petugas pada pukul 23.55 WIB, melakukan negosiasi antara Polrestabes Surabaya dan didampingi oleh Dir Intelkam Polda Jatim dengan pengacara AMP, Veronica yang juga merupakan kuasa hukum dari AMP Jogja.

Negosiasi itu bertujuan untuk menghindari resistensi dengan kelompok Ormas yang ada di kota Surabaya dan meminta agar AMP yang berada di dalam asrama Kamasan untuk meninggalkan asrama tersebut.

Setelah dari pihak kuasa hukum AMP memberikan penjelasan kepada mahasiswa yang berada di dalam asrama Kamasan untuk segera meninggalkan asrama tersebut.

Pada pukul 00.30 WIB, bahwa para penghuni Asrama Kamasan bersedia untuk di amankan menuju Mapolrestabes Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi memebenarkan jika sebanyak 233 Mahasiswa diamankan. "Itu demi kepentingan dan keamanan Mahasiswa itu sendiri," kata Barung, Minggu (2/12/2018).

Lanjut Barung, meraka diamankam agar tidak terjadi bentrok dengan salah satu Ormas di Kota Surabaya. Paska diamankannya ratusan mahasiswa Papua tersebut, hingga kini petugas gabungan Kepolisian masih berjaga di asrama Kalasan.

Dilokasi tampak pula beberapa anggota ormas Pemuda Pancasila yang tidak menghendaki adanya keributan di Surabaya.( tom)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper