Harga Promosi Pejabat Pemkab Bondowoso Mencapai Ratusan Juta
BONDOWOSO, (Suara Publik) – Pasca pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Bondowoso oleh Bupati Amin Said Husni beberapa waktu lalu, ditemukan kejanggalan yang terkesan ada jual beli jabatan promosi yang diduga dilakukan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Hal ini terjadi di lembaga Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas).
Sejumlah Pegawai Bapemas yang pangkatnya sudah golongan 4.B ikut roling mutasi ke SKPD lain, karena pejabat atau kepala yang menggantikan posisi Hosni Syam, yakni Karna Suswandi yang golongan pangkatnya masih 4.A, sehingga para pegawai yang pangkatnya lebih tinggi satu tingkat dari Karna Suswandi harus disingkirkan.
Sementara pegawai Pemkab Bondowoso yang pangkatnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi kepala dengan golongan pangkat 4.B sangat banyak, mereka hanya berkutat di staf. Padahal pengalaman kerja mereka sudah tidak diragukan lagi, dan mereka mempunyai kemampuan dibidangnya. Namun Baperjakat atau BKD tidak menjalankan fungsinya sebagaimana yang telah diamanatkan oleh UU Kepegawaian.
Para pegawai Bepemas yang pangkatnya golongan 4.B diantaranya, Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris dimutasi ke Bakesbangpol kembali menjadi sekretaris, Nunung (kabid Sosbud) menjadi sekretaris Dinsos, Edy, ( Kabid SD A) digeser ke Disparporahub, Ikhsan menjadi Sekcam Jambesari Darussolah dan Yeti (PPTK PNPM) dimutasi menjadi KTU Satpol PP.
Beredar kabar bahwa gerbong mutasi yang dilakukan oleh Bupati tidak gratis, walaupun tidak ada hitam diatas putih, karena untuk menghilangkan jejak sehingga luput dari jeratan hokum, namun mantan Kepala Dinas Prijinan Karna Suswandi naik ke Eselon II diduga kuat harus mengeluarkan dana Rp.150 juta, sementara 2 Camat yang baru diangkat yakni camat Botolinggo dan camat Taman Krocok diduga bayar Rp.100 juta, termasuk Drs.Hidayat, untuk menjadi seorang Sekda diduga telah menghabiskan dana mencapai Rp.700 juta.
Namun kejadian ini bukan rahasia umum lagi. para pejabat promosi harus membeli jabatan dari puluhan juta hingga ratusan juta. dan diduga kuat transaksi ini dilakukan oleh Kepala BKD. Bahkan ada pejabat eselon 3 yang tidak mempunyai istri yakni camat Taman Krocok. Dan nampaknya, tatanan pejabat Pemkab Bondowoso semakin amburadul, karena kemampuan yang dimiliki oleh pejabat yang golongan pangkatnya sudah tidak diragukan lagi harus membayar dengan uang ratusan juta rupiah.(her) Foto: ilustrasi
Editor : Pak RW