suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Tanda Tangani Penolakan Kenaikan BBM

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Jakarta, Suara-Publik.com - Partai oposisi PDI Perjuangan adalah partai yang menolak mentah-mentah rencana pemerintah untuk menaikan BBM. Alasan Pemerintah menaikan BBM adalah untuk perbaikan perekonomian. Namun hal tersebut bukan hal yang mudah untuk bisa diterima oleh rakyat Indonesia. Pada saat situasi ekonomi rakyat dianggap terpuruk seperti saat ini, tentu sebagai wakil rakyat harus tanggap.

Tak cukup berbicara di dalam Gedung Dewan Senayan, Rieke Diah Pitaloka anggota Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan pun turut serta turun ke jalan bersama kaum buruh memimpin aksi demo di depan Istana beberpa hari yang lalu. Hal yang sama pun dilakukan oleh ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara yang turut berorasi bersama demonstran buruh pabrik menolak kenaikan BBM Rabu (28/3).

Maraknya aksi demo penolakan kenaikan BBM diberbagai daerah terlihat serentak, kisruh disana sini mulai terlihat, aparat pun mulai gatal tangan nya. Sehingga tak sedikit demonstran yang terluka. Bahkan yang paling menyedihkan kalangan pers pun terkena imbasnya. Dua kamerawan TV ONE dan Trans TV serta wartawan Harian Lampu Hijau mendapat perlakuan kasar dari oknum polisi Selasa (27/3) didepan stasiun Gambir arah Jalan menuju Istana. Hal yang sama dialami oleh kamerawan Indosiar dan Kompas.com yang terjadi di Padalarang, saat mereka mengambil gambar demonstran yang akan menuju kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Saat di hubungi lewat telpon genggamnya Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat  Umbara,  yang juga sekretaris DPC PDI Perjuangan KBB,membenarkan hal tersebut. ”Aksi demo oleh buruh pabrik yang berlangsung pada hari ini (28/3) berjalan tertib dan tidak ada korban luka dan lain sebagainya. Saya menerima aspirasi dari buruh pabrik dan masyarakat dengan senang hati. Bahkan saya pun langsung menandatangani surat penolakan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa itu. Bahkan saya turut beorasi menolak kenaikan BBM karena di anggap sangat memberatkan rakyat kecil” ungkap Aa sapaan akrab untuknya.

Sikap tegas Aa Umbara dalam mengambil keputusan menolak kenaikan BBM juga didukung oleh partai-partai lain kecuali Partai Demokrat. Masih dikatakan Aa bahwa dirinya sangat prihatin dengan adanya kebijakan pemerintah Pusat yang akan menaikan BBM pada saat kondisi ekonomi rakyat sangat sulit. ”sebagai Ketua Dewan tentu dalam hal memutuskan sesuatu, itu bukan hal yang mudah karena Lembaga ini kan terdiri dari berbagai warna didalamnya. Tapi dalam hal ini semua sepakat menolak, hanya Demokrat yang tetap bertahan. Terus terang saya secara pribadi pun menolak rencana kenaikan BBM, karena masyarakat belum siap, kan pemerintah bisa mencari solusi lain dari APBN,”ujarnya.

“Jadi memang belum saatnya untuk menaikan BBM dan saya juga tidak setuju dengan adanya pemberian kompensasi Bantuan Langsung Tunai untuk warga kurang mamp. Karena hal itu adalah pembodohan yang mengajarkan masyarakat menjadi malas dan menjadi pengemis. Mengapa tidak kita buat yang lebih berarti dengan membukakan peluang-peluang usaha, jadi lebih baik diberi kail dari pada diberi ikannya. Saya rasa dalam hal ini perlu pengkajian yang lebih matang, dan saya berharap pemerintah pusat pun berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Karena rakyat ini kan sudah pintar dan bisa menilai, jangan sampai hati rakyat tersakiti hanya karena kepentingan kelompok dan alasan yang tidak jelas”tegas Aa.(Hesty)

 

 

Editor :