Jakarta, Suara-Publik.com - Sepak terjang Menteri BUMN Dahlan Iskan patut di acungi jempol , dalam menjalankan program-programnya, Beliau tidak hanya mengandalkan bawahannya untuk mengontrol setiap sektor yang termasuk dalam program kerjanya. Upaya dalam menjalankan tugas tidak hanya paparan dan teori saja,n amun Dahlan Iskan langsung pada tindakan. BahkanTerkadang ia pun harus menginap dirumah warga dan tidur hanya beralaskan tikar. Menteri yang satu ini terkesan unik dan benar-benar dekat dengan masyarakat kecil. Salah satu anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Komite IV Sudarsono memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapainya, meskipun Dahlan Iskan belum lama menjabat sebagai Menteri BUMN.
“Saya salut dan memberikan apresiasi kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang orang Jawa Timur dan sama-sama orang Jawa Timur, orangnya apa adanya, yaitu sangat terbuka, ya, itu lah biasaanya orang Jawa Timur. Dan biasanya juga jika ada masalah akan cepat diselesaikan oleh CEO Jawa Pos Group ini. Dahlan Iskan sangat antusias sekali dalam menangani masalah gula, bagaimana supaya gula kita tidak impor, cukupproduksi yang ada didalam negri. Dan Pa Is pun telah memanggil jajaran Direksi PTPN pabrik gula yang ada di Jawa Timur, di Solo PTPN IX disana terdapat delapan pabrik gula, ternyata Pa Is di Solo telah memberikan bantuan dalam bentuk hibah kepada tiga pabrik gula,” ungkap Sudarsono.
Masih dikatakan oleh Sudarsono yang juga sebagai Ketua Serikat pekerja Solo, pemberian bantuan tersebut dalam rangka peningkatan produksi dan peningkatan rendemen. Tapi tidak berupa uang namun berupa peralatan yang dibutuhkan disana, ini saya benar-benar salut kepada Pa Is. Karena dalam hal memberikan solusi itu tidak berlama-lama harus menunggu, bantuan yang diberikan untuk perbaikan pabrik gula ini diberikan langsung berupa alat-alat jadi bukan berupa uang. Misalnya ketelnya yang diperlukan maka Ia kirim peralatan itu, atau gilingannya yang mana alat tersebut juga ada di Indonesia makanya dalam hal ini Dahlan Iskan mesti di contoh karena secara tidak langasung Ia memberikan juga contoh bagaiamana memanfaat kan produk dalam negri, tuturnya.
Menurut Sudarsono, Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam menjalankan progamnya patut dijadikan panutan, karena selain tegas dan disiplin Iskan pun cepat tanggap dalam hal mendorong percepatan pelaksanaan program-programnya. Maka diharapkan jika pabrik gula yang sudah ada ini bisa bekerja dengan baik, Indonesia tidak perlu lagi harus impor gula, tambahnya.
”Karena hal seperti inilah yang dikehendaki oleh masyarakat petani tebu dan juga karyawan jadi bukan hanya omong saja. Namun, Dahlan Iskan lebih menitik beratkan kepada tindakan untuk perbaikan setiap sektor. Dalam hal ini Gubernur Jawa Timur Pa De Karwo pun melakukan hal yang sama, tidak hanya ngomong doang, karena saya pun turut memamantau apa yang telah diprogramkan oleh Beliau. Contoh seperti program bedah rumah, ini benar-benar dilaksanakan secara bergotong-royong dan bisa bekerja sama dengan TNI. Mengingat dana yang tersedia tidak mencukupi, jadi dalam hal ini banyak hal bisa dilakukan untuk pembangunan di setiap sektor,”Jelas Sudarsono.
Pada kesempatan yang sama Sudarsono pun mengulas tentang rencana pembangunan pabrik gula di Lamongan. Dirinya mengkhawatirkan hanya akan dijadikan lahan untuk memasukan gula impor yang akan dimasukan melalui daerah pantai. Karena untuk membangun sebuah pabrik gula itu diperlukan ribuan Hektare lahan yang digunakan untuk pembibitan dan bangunan pabrik. Sedangkan di Lamongan yang dibutuhkan hanya 90 Hektare.
”Terus terang saya ada kecurigaan, ketika izinnya keluar, karena disanakan dekat pantai, untuk penyelundupan gula itu kan gampang sekali. Makanya penyelundupan bisa dimasukan disana karena disana itu tidak ada areal nya, areal di sana itu kan tambak, mau mengubah petani tambak menjadi petani tebu itukan bukan hal mudah. Perlu waktu beberapa tahun untuk bisa terwujud, jadi saya khawatir pabriknya berdiri tebu nya tidak ada. Arealnya tidak ada, akhirnya Impor, nah itulah yang akan mematikan diri sendiri sama saja dengan bunuh diri” tegasnya. Menyikapi rencana pembangunan pabrik gula di Lamongan dirinya menghimbau untuk dikaji kembali. Supaya tidak berdampak merugikan masyarakat petani dan juga produksi yang sedang berjalan.(Hesty)
Editor : Pak RW