Jakarta, Suara-Publik.com - Gelegar musik Bon Jovi dan lagu-lagunya, terdengar keras pecahkan suasana, dari suara emas Jon Angelz dengan vokalnya yang banget seperti Jon Bon Jovi. Ditamba dukungan personil Angelz Indonesia Band, diantaranya Chytia (Bass), Aied (Guitar), Hamid Alatas( Keyboard) dan Kiki Razak[Drum]. Penampilan Band ini sangat menakjubkan, tak heran pengunjung dan para supporter dari BJFCI (Bon Jovi Fans Club Indonesia) merasa puas akan penampilannya. Malam itu, Rabu (11/4/2012) disebuah Cafe ternama dibilangan Blok M Jakarta Selatan.
Angelz Ind dibentuk pada bulan Maret tahun 2009, lahir dari ide kreatif Jon Angelz. Kelompok musisi ini siap tempur didunia entertainment musik Indonesia dan mengibaratkan dirinya sebagai Bon Jovi Indonesia.
Eksistensi selama 3 tahun ini,
Angelz Ind manggung dimotori Jon, Mantan vokalis band U-Camp ini mengakui harus
beralih ke musik grunge dan punk mulai 1990-an, meski untuk itu ia harus rela
hanya dapat kesempatan tampil di satu kafe ke kafe lainnya.
Memilih Bon Jovi sebagai icon untuk manggung, karena kata Jon adalah buah
kreatifitas personil dari hasil perjalanan yang panjang dan merupakan langkah
pertama di belantara entertainment musik yang baru ditapakinya. Namun tidak
menggoyahkan semangat untuk tetap menyanyikan lagu-lagu Bon Jovi dengan
lirik-lirik yang menyentuh dan banyak penggemarnya diseluruh dunia. Percaya
pada keyakinan Jon, AngelZ pun sepakat mencari jalan untuk menaikkan kembali
popularitas glamrock, yang tergilas ketika musik grunge dan punk melanda dunia
pada 1990.
Melalui proses penciptaan lagu dan pengoleksian materi, kesepakatan itu
melahirkan sebuah album yang diberi judul "Bisniz Tampang" dengan
single andalan "Penjaga Hatiku", satu nomor slow rock karya Jon yang
berkeyakinan genre musik glamrock yang mereka gandrungi pada 1980-an bakal
kembali berjaya.
Kekuatan band itu bertambah dengan
bergabungmya Chythia (Bass) dan Aied adalah gitaris band pengiring penyanyi
religi Opick. Selain itu, penyandang gelar Gitaris Terbaik di satu ajang
Festival Rock tahun 2005 itu sering tampil bersama band yang memainkan musik
rock klasik di kafe-kafe Jakarta.
Lagu lain yang juga diandalkan adalah "Bisniz Tampang", dengan Jon
dan Aied sebagai penciptanya menggugat kesemerawutan industri musik di Tanah
Air yang menyingkirkan musisi, dengan menghadirkan para pemain sinetron
bermodalkan suara "pas-pasan" di dapur rekaman. Selain manggung dikafe, Angelz
Ind juga sering tampil manggung di hotel dan outdoor event baik dalam maupun
luar kota. Ini adalah perjalanan panjang sebuah petualangan musisi yang
memiliki idealis tinggi dalam karya seni.
Pasang surut yang terjadi selama perjalanan adalah siraman psychologis untuk pembentukan mental dan attitude yang lebih baik. Berani mengecam, Jon dan kawan-kawan tidak mau sembarangan atau berprinsip "asal jadi" dalam menggarap "Bisnis Tampang" sebagai album debutannya. Selain itu, menurut Ade sahabat dekat yang selalu memberi support pada Jon Angelz, tak habis-habisnya dukungan BJFCI (Bon Jovi Fans Club Indonesia) yang berjumlah anggota kurang lebih 3000 orang diseluruh Indonesia terhadap Angelz Ind untuk tetap exis dibelantika musik Rock Indonesia. "Pentingnya, bukan Asal Bon Jovi untuk agar menghibur pengunjung tetap selalu happy ," kata Jon.[iqb]
Editor : Pak RW