Jakarta, Suara Publik.com - Memperingati
Hari Air Sedunia ke 20, warga Jakarta bersama-sama lakukan bersih-bersih Sungai
Ciliwung, pada Ahad (29/4). Dimana Pemprov DKI Jakarta bersama komunitas
pecinta lingkungan dan pihak swasta yang selama ini peduli terhadap kebersihan
dan keasrian Sungai Ciliwung, melakukan langkah nyata. Mereka antara lain
membuat resapan biopori, sumur resapan, penanaman pohon, serta aksi memungut
sampah di bantaran Sungai Ciliwung.
Acara yang di mulai pukul 10.00 s/d
12.00 Wib itu, berlokasi di Jl. Kemuning Dalam I, Rt.11/Rw.06, Kel. Pejaten
Timur (lokasi pinggiran sekitar sepanjang kali Ciliwung). Adapun
penyelenggaraan peringatan dan sekaligus kampanye peduli kali Ciliwung tersebut
dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Deputi Kebudayaan Bapak
Sukesti Martono, Walikota Jaksel yang diwakili oleh Wakil Walikota Jaksel Bapak
Samsuddin Noor, dan Ketua BPLHD DKI Jakarta Bapak Tauhid, serta pihak-pihak
perusahaan swasta yang peduli akan kali Ciliwung.
Selain itu tampak hadir pula Muspika
Pasar Minggu beserta jajarannya yang dipimpin langsung Camat Pasar Minggu Bapak
H. Amien Haji, Kapolsek Kompol Andri Desas Furyanto, SH dan Danramil Kapten
Inft Saiful Nur, bersama tokoh masyarakat Kelompok Peduli Lingkungan yaitu
Bapak H. Royani yang juga sebagai pemrakarsa acara tersebut.
Adapun acara kegiatannya adalah
sebagai berikut : 1. Kata-kata sambutan ; 2. Pembuatan lubang resapan biopori ;
3. Pembuatan kolam resapan ; 4. Penanaman 1000 pohon ; 5. Pembuatan proses daur
ulang limbah kali Ciliwung ; 6. Perlombaan pungut sampah di sepanjang kali
Cilwung dan 7. pemberian hadiah dan reward terhadap komponen masyarakat yang
sudah berjasa menjaga kelestarian kali Cilwung.
Pada kesempatan itu, Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata Sukesti Martono menuturkan kiranya langkah ini dapat mengubah pola hidup masyarakat agar menjadi lebih sehat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pula nantinya masyarakat akan semakin sadar betapa pentingnya memelihara lingkungan hingga ketersediaan air bersih dapat lebih terjaga. Meskipun disadari, Ciliwung sendiri memang masih jauh dari bersih. (Fajar)
Editor : Pak RW