Laporan Redaksi
BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Dalam rangka menyamakan persepsi dalam melaksanakan Fasilitasi Kemitraan Usaha maka diperlukan Networking Corporate Plan. Networking Coorporate Plan adalah membuka akses atau jejaring pemasaran terhadap pemasaran produk UMKM.
Saat ini akses pemasaran mempunyai beberapa kendala antara lain belum efektifnya akses pemasaran, belum efektifnya akses permodalan, minimnya sarana dan prasarana promosi serta belum maksimalnya tenaga pendamping lapangan.
Dari permasalahan tersebut, terutama tentang akses pemasaran maka diperlukan Fasilitasi Kemitraan Usaha melalui Networking Coorporate Plan.
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso dalam rangka membuka akses pemasaran bagi para pelaku UMKM yang ada di Bondowoso maka Diskoperindag mengadakan Kegiatan Fasilitasi Kemitraan Usaha dengan mengundang beberapa narasumber yang kompeten diantaranya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, BPJS Ketenagakerjaan, Mirota dan Batik Hamzah Jogjakarta, Basmalah Mart dan Narasumber dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso.
Akses Pemasaran merupakan masalah klasik dan mendasar dalam UMKM. Maka dari itu mutlak diperlukanFasilitasi Kemitraan Usaha. Fasilitasi Kemitraan Usaha adalah sarana pemasaran dan promosi yang dilakukan oleh Dinas terkait guna mempertemukan dan mendampingi pelaku usaha dengan ritel modern dan atau pedagang besar.
Sehingga Kegiatan ini mempunya tujuan untuk menjembatani antara para pelaku UMKM untuk dapat menjalin kemitraan dengan pedagang besar dan atau ritel modern.
Kepala Diskoperindag Drs.Sigit Purnomo MM, menyampaikan, mengingat betapa pentingnya Fasilitasi Kemitraan Usaha dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Bondowoso untuk dapat berkembang, salah satu solusinya adalah menjalin dan membangun jaringan usaha, sehingga pelaku usaha dapat terfasilitasi dalam akses pemasaran melalui Kemitraan Usaha.
Selain itu, maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini adalah menjalin dan atau membangun jaringan usaha sehingga pelaku usaha dapat terfasilitasi dalam hal menjalin kemitraan dengan pelaku usaha yang lebih besar serta para pelaku UMKM Kabupaten Bondowoso sbisa tetap eksis.
Bahkan berkembang dan terangkat kesejahteraannya sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru di tingkat pedesaan dengan merekrut masyarakat sekitar. “Saya berharap melalui acara ini akan terwujud kesepakatan kerjasama usaha antara UMKM dengan Usaha Besar yang selanjutnya diimplementasikan dengan kegiatan usaha yang konkrit dan terukur,” terang Drs. Sigit Purnomo MM, Rabu kemarin. (20/3).
Sedangkan dari pihak tenaga penyuluh industri menyampaikan tentang diversfikasi produk yang memotivasi pelaku usaha untuk mengekspansi / mengembangkan / pemekaran produk untuk menunjang inkam masuk pada pelaku usaha dan memperluar ekspansi pasar. “Produk yang awalnya hanya satu macam menjadi beberapa macam produk tapi tetap satu jenis bahan baku yang digunakan dan tidak lepas dari produk / bahan baku sebelumnya,”kata Kadis Koperindag.
Sementara itu, Narasumber dari Koperasi menjelaskan tentang pendirian koperasi serta peranan koperasi bagi para pelaku usaha, pemberdayaan usaha mikro dan koperasi merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian terbesar rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan.
“Dengan diadakannya Kegiatan ini, Panitia berharap dapat memotivasi para pelaku usaha untuk memanfaatkan hasil dari kegiatan Fasilitasi Kemitraan Usaha yang dipandang sebagai salah satu cara dalam memperluas akses pemasaran,”imbuhnya.
Editor : Redaksi