Indra Melaporkan
Blitar (suara - publik.com) - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Blitar yang di hadiri oleh Bupati Blitar Drs H Rijianto MM, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Penasehat Dekopinda Kabupaten Blitar, serta Wakil Dekopinwil Jawa Timur di laksanakan di aula Rumah Makan di Blitar.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar koperasi yang ada di Kabupaten blitar berjumlah 950 koperasi, namun hingga maret baru sekitar 350 koperasi yang RAT.
Rakerda ini dilakukan sebagai bahan evaluasi program kerja tahun lalu, kemudian dijadikan pijakan menyusun langkah strategis rancangan program kerja untuk menjawab berbagai tatangan dan dan permasalahan perkoperasian yang ada saat ini."ungkap Bupati Blitar Drs H Rijianto MM dalam sambutannya.
Tantangan koperasi saat ini, menurutnya adalah bagaimana koperasi mengikuti perkembangan Teknologi Informasi yang pesat. Oleh karena itu diperlukan pelatihan terkait Tehnologi Informasi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di koperasi.
"Tidak hanya itu, remaja kita harus didorong untuk senang berkoperasi tentunya ini gayung bersambut karena bagaimanapun pemerintah pusat terus mendorong kemajuan koperasi yang bisa menangkap kemajuan zaman melaui revolusi 4.0.
Untuk mendorong kemajuan koperasi,perlu turun tangan pemerintah untuk mendampingi koperasi dalam bentuk bantuan hibah untuk pelatihan pelatihan sehingga SDM koperasi bisa menyesuaikan zaman. Jadi pelatihan ini bukan hanya pelatihan pembukuan atau pelatihan tata usaha tetapi juga untuk IT itu yang penting sekarang," jelas Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM.
Disisi lain Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar Indra Gunawan mengatakan,"Rakerda ini digelar minimal setahun sekali. Ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas kelembagaan dan SDM Koperasi. Anggota Dekopinda sejumlah 700, tetapi yang diundang untuk mengikuti rakerda ini hanya perwakilan. Kedepan kita akan berusaha serba digital sehingga harapannya pengelolaan koperasi semakin baik. Karena kita tahu saat ini sudah jamannya revolusi 4.0.
Nantinya dengan teknologi yang diterapkan dikoperasi, kita juga semakin mudah melakukan pembinaan dan pemantauan."paparnya( HMS)
Editor : Redaksi