suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Perayaan Harijabo ke 200, Pecinan Dipadati Pengunjung.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto Atas : Pecinan ketika di malam hari
Foto bawah : Ketika disiang hari
Foto Atas : Pecinan ketika di malam hari Foto bawah : Ketika disiang hari

Laporan Redaksi

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Antusiasme warga Tionghoa dalam merayakan hari ulang tahun Bondowoso yang ke 200, membuat jalan PB Sudirman (Pecinan) tumpah ruwah ribuan pengunjung. Sebab, dalam catatan sejarah Bondowoso baru kali ini pecinan dipadati pelaku UMKM yang membaur dengan warga Tionghoa. Mereka merasa bangga, karena menurut mereka baru kali ini dilibatkan pada even tahunan ini.

Meski harus mengeluarkan biaya sendiri mereka sangat senang, karena mereka juga merasa memiliki hak yang sama dengan warga Bondowoso yang lain untuk berkreasi. “Untuk kali pertama di Pecinan ini ikut berpartisipasi meramaikan Harjabo 2019 yang digelar mulai 28 Juni hingga 6 Juni nanti. Kami warga Tionghoa Bondowoso sangat antusias memperingati Harjabo ke 200 tahun ini,”kata Rudi Hartono.

Nuansa berbeda mewarnai peringatan Harjabo ke-200 Tahun 2019. Mereka memasang ratusan lampion warna merah di sepanjang Jalan PB Sudirman. Sehingga apabila malam hari kemilau dan kelap kelip lampion di sepanjang jalan akan terlihat indah, maka tidak heran jika masyarakat Bondowoso memilih untuk berswafoto. ”Kami ingin setiap tahun dilibatkan, karena kami lahir dan hidup di Bondowoso. maka dari itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati KH Salwa Arifin dan Bapak Wakil Bupati H Irwan Bachtiar Ramat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, untuk ikut merayakan Harjabo ke 200,”ujarnya.

Keterlibatan warga Tionghoa pada perayaan Harjabo ke 200 ini, mendapat apresiasi positif dari warga Bondowoso. Salah satunya  Syaiful (55) pedagang kaki lima di Pecinan.  Dia mengaku perayaan Harjabo yang digelar di Pecinan tidak hanya memeriahkan warga setempat, akan tetapi seluruh masyarakat Bondowoso merasa takjub, karena membuat Harjabo 2019 lebih beragam.

Selain itu, perayaan harjabo ini sangat berdampak kepada para pedagang kaki lima, sehingga dapat  memberikan keuntungan yang lebih besar bagi warga Bondowoso. Karena, perayaan ini dikemas dengan konsep pasar malam, car free night, dan kesenian barongsai  yang menghibur masyarakat. "Tentunya, secara ekonomi tidak hanya menguntungkan warga Tionghoa, akan tetapi berdampak kepada kami sebagai pedagang kaki lima, termasuk pula pelaku UMKM,”ujar Syaiful.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rachmat mengemukakan, dalam rangka memeriahkan Harjabo ke 200 tahun 2019 ini,  memang sengaja melibatkan warga Tionghoa Bondowoso. Ini dilakukan untuk menunjukan bahwa warga keturunan adalah juga warga Bondowoso. Selain itu, untuk menciptakan adanya keragaman Bondowoso, agar akan tetap terjaga. Karena selama ini warga minoritas juga berkontribusi besar kepada pembangunan di Bondowoso.

“Oleh karena itu, kita tunjukkan bahwa Bondowoso kaya budaya, sehingga harjabo ke 200 tahun ini dikemas dalam bentuk pasar malam, car free night, wisata kuliner, dan kesenian barongsai di sepanjang Jalan PB Sudirman dipenuhi lampion,”kata Wabup Irwan.

Sebelumnya, beragam kegiatan meramaikan Harjabo 2019 telah diaksanakan,  Seperti grebeg 200 gunungan yang sebagai simbol Bondowoso berusia 200 tahun, hiburan musik lokal, dan juga pihak panitia menghadirkan penyanyi dangdut pantura Cak Sodik bersama grup musik New Monata. ”Mudah-mudahan, apa yang telah kita selenggarakan ini sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Bondowoso, dan yang lebih penting , saya berharap dukungan semua lapisan masyarakat Bondowoso, agar Harjabo ke-200 Tahun 2019 berlangsung sukses dan menjadi destinasi wisata Bondowoso,”imbuhnya.

Editor :