suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gerakan Memilah dan Menanam Percepat Terwujudnya Kota Hijau

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Depok,Suara-Publik.com - Penandatanganan Piagam Komitmen Kota telah dilaksanakan oleh 52 Kota/Kabupaten di Indonesia, termasuk Kota Depok. Penandatanganan tersebut merupakan suatu bentuk pernyataan kesungguhan antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan
pemerintah pusat untuk bersama-sama mewujudkan kota hijau di daerah masing-masing.

Kota hijau dapat diwujudkan dengan dukungan 8 (delapan) atribut, salah satunya komunitas hijau. Hal ini sesuai dengan gerakan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Depok, yaitu gerakan memilah dan menanam.
Gerakan memilah dan menanam merupakan upaya untuk mengajak masyarakat dalam
menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat. Gerakan tersebut juga sebagai jembatan untuk mewujudkan salah satu program unggulan Kota Depok, yaituDepok Kota Bersih dan Hijau.

Dengan begitu, gerakan memilah dan menanam sejalan dengan 8 atribut kota hijau yang digaungkan pada puncak perayaan Haritaru 2012, yaitu mengajak komunitas hijau menjadi rantai perubahan untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.Delapanatribut tersebut meliputi perencanaan dan perancangan kota ramah lingkungan,  ruang terbuka hijau, konsumsi energi
yang efisien, pengelolaan air, pengolahan limbah dengan prinsip 3R, bangunan hemat energi, penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan, dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau.
 
Deklarasi memilah dan menanam yang telah dilaksanakan dibeberapa Kecamatan di Kota Depok, merupakan kontribusi nyata untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penataan ruang
pada umumnya dan Kota Hijau pada khususnya. “Melalui gerakan memilah dan menanam, kami berupaya menunjukkan langkah nyata untuk mengajak masyarakat dalam mempercepat terwujudnya Kota Hijau” tutur Walikota dalam rilis yang dikeluarkan oleh Humas Setda Kota Depok, Kamis (6/12).
 
Gerakan memilah dan menanam mendapat banyak dukungan dari masyarakat, terbukti dengan
banyaknya sekolah yang melaunching gerakan tersebut, untuk mengajak para siswa mencintai lingkungan sejak dini. Untuk mendukung kegiatan ini, disetiap sekolah dibentuk Bank Sampah. Setiap
siswa diwajibkan menabung sampah di sekolahnya masing-masing. Pada tertentu para siswa diharuskan membawa sampah dari rumah untuk dikumpulkan di sekolah, tujuannya agar para siswa bisa menularkan gerakan ini dirumah dan lingkungan sekitar. Tak hanya memilah, gerakan menanam juga dilakukan di lingkungan sekolah.

Tak hanya sekolah, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok juga meluncurkan gerakan ini dan banyak Aparatur yang telah menjadi penggerak gerakan ini dilingkungan tempat tinggalnya.
 
Berbagai cara untuk mensukseskan gerakan ini terus dilakukan, termasuk prespektif agama untuk lebih menggiatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih, agar terwujudnya Depok Bersih dan Hijau. “Menghijaukan lingkungan dengan tanaman yang kita tanam merupakan sedekah dan amal jariyah bagi kita. Walau telah meninggal, selama tanaman itu tumbuh atau berketurunan, seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi di sisi Allah. Sebab, tanaman tersebut
akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan, bahkan bumi yang kita tempati” tutur Wakil Walikota depok H M Idris abdul Shomad. “Mari bersama biasakan diri untuk memilah dan menanam serta melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, demi terwujudnya Depok Kota Bersih dan Hijau” ajak Walikota. (Humas Setda Kota Depok)

Editor :