suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Calon Bayangan Malah Menjadi Pesaing Berat

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

*PKNU Minta KPUD Tunda Pelaksanaan Pilkada

BONDOWOSO (suara-publik.com)– H-12 menjelang pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Bondowoso, cukup menegangkan. Sebab, persaingan politik antara pasangan Mustawiyanto dan Abdul Mannan (Muna) dan Amin Said Salwa Jujur Amanah (Aswaja) semakin menarik perhatian masyarakat. Karena sebelumnya pasangan Muna yang dirancang menjadi calon bayangan ternyata sekarang bukan bayangan lagi, namun Muna sekarang menjadi pesaing calon nomor urut 2 yakni Aswaja.

Hal ini terjadi setelah adanya perubahan struktur kepengurusan PKNU sebagai pengusung Muna menjadi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati 2013-2018 mendatang. Dan saat ini pasangan Muna  tidak dianggap lagi sebagai calon bayangan, tapi justru menjadi kerikil tajam yang bisa saja menumbangkan Aswaja.

“Dengan adanya kepengurusan baru ini, saya berharap agar demokrasi ini berjalan sesuai dengan aturan. PKNU memiliki dua target dalam menghadapi Pemilukada pertama adalah mensukseskan Muna menjadi Bupati dan Wakil Bupati, kemudian mensukseskan Pilkada yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Kami harap agar masyarakat Bondowoso mendukung Muna yang selama ini selalu dicela, yang dianggap sebagai boneka,” ujar Wakil Ketua DPC PK NU, Fadil Jailani,SH.MH kepada sejumlah wartawan.

Fadil mengatakan bahwa Muna bukan boneka lagi, sebab, jika Muna masih dipasang sebagai calo bayangan, maka hal itu adalah sebagai bentuk arogansi dan pembodohan, pengebirian terhadap HAM. PKNU tetap menjaga kebenaran. “Kami tidak punya apa-apa. Hanya takdir dan suara rakyat Bondowoso yang bisa menjadikan Bondowoso berubah,” katanya.

Fadil Jailani, yang selama ini diam melihat fenomena yang terjadi di Bondowoso akhirnya terpaksa turun tangan meluruskan persoalan. “Kami melihat Pemilukada di Bondowoso ini carut marut. Oleh karena itu kami meminta agar KPUD Bondowoso menunda Pilkada tanggal 6 Mei 2013. Sebab, hal itu tidak memenuhi syarat materilnya.

 “KPUD harus melaksanakan amanah rakyat, bukan hanya mengejar legalitas agar pelaksanaan Pilkada yang carut marut. Ini kami lakukan agar memenuhi rasa keadilan masyarakat. Partai-partai koalisi hendaknya meninjau kembali komitmen yang telah dibangun untuk memenangkan salah satu pasangan. Sudah saatnya kita bangun kesadaran sendiri,” tandasnya.

Dikatakan, bahwa PKNU berharap masyarakat Bondowoso agar semua elemen masyarakat, partai dan ormas bergabung dengan Muna dan mendesak penundaan Pilkada. Sebab, Pilkada ini cukup banyak merugikan masyarakat banyak pihak dan banyak aspek yang diantaranya adalah penghamburan uang Negara serta mencederai demokrasi dan menguntungkan satu golongan atau perorangan. Saya melihat Pilkada ini hanya dibuat untuk  kepentingan kelompok bukan rakyat. KPUD sudah terkontaminasi,” terangnya.

Dia mengajak semua lapisan masyarakat agar berontak, menyatakap sikap dan kalau perlu melakukan aksi demo damai menolak arogansi. “Karena dari awal saya sudah melihat Pilkada ini penuh dengan intrik, dan saya juga melihat KPUD dan Pengawas Pemilukada Bondowoso tidak bisa berkutik di bawah ketiak kekuasaan,” ujar Fadil.

Menurutnya, sejumlah ormas semisal NU juga sudah terlalu jauh meninggalkan perannya sebagai penopang dan pengayom masyarakat. NU di Bondowoso terlalu berpihak dan terseret pada pergumulan kepentingan kekuasaan, tidak lagi menjadi organisasi kemasyarakatan yang mengayomi ummat, akan tetapi sudah menjadi organisasi politik praktis. “Oleh karena itu kami juga menolak jika Muna hanya dijadikan pelengkap syarat minimum pasangan calon dan berbagai cara menjegal calon lain sebagai bentuk kekawatiran,” tegasnya. (her) 

 

 

Editor :