suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Polsek Sawahan Enggan Tangani Korban Pengeroyokan

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
 

Kepolisian sering kali malas menindak lanjuti laporan atau pengaduan masyarakat terkait tindak pidana yang dialaminya. Diduga, ada dua kemungkinan yang mengakibatkan polisi enggan menindaklajuti kasus itu yakni karena tidak ada “uang jalan” atau telah ada “pengkondisian”. Sehingga dapat dipastikan, oreontasi setiap pengaduan masyarakat adalah uang.

SURABAYA (suara-publik.com)- Seperti halnya di Polsek Sawahan. Pada 15 Pebruari 2013 lalu, seorang penjaga sebuah warnet di kawasan Banyuurip, Surip Mustakim (28) datang melapor setelah dikeroyok oleh 5 orang. Pelaku bernama Opan, Benardi, Mang, Mich dan Erik (semua beralamat di Banyuurip). Namun hingga kini laporan Surip tidak ada tindak lanjutnya. Padahal beberapa pelaku masih terlihat bebas berkeliaran dan salah satunya, Opan telah ditangkap Polsek Sawahan dengan kasus berbeda yakni narkoba.  

Kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) Surip mengaku, hingga kini ia belum
menerima informasi terkait perkembangan kasus yang
dialaminya. “Apakah kinerja polisi memang lambat, ataukah karena saya orang tidak punya,” tanyanya, Sabtu (25/5/2013).

Masih Surip, seharusnya penyidik tidak sulit untuk mengembangankan kasus yang saya alami. “Karena salah satu dari tersangka sudah ada yang tertangkap, walaupun tertangkap kasus narkoba,” protes Surip, sembari merencanakan segera melaporkan kinerja Polsek Sawahan ke Propam Polda Jatim.

Kasus yang mengakibatkan pemuda beralamat di Balongsari babak belur ini berawal ketika korban diajak pesta miras oleh para pelaku di lapangan dekat pasar di Banyuurip. Saat pesta miras berlangsung, terjadi cek cok mulut antara korban dan 5 pelaku. Melihat suasana makin memanas, korban memutuskan pulang ke warnet tempatnya bekerja.

Ketika korban sudah terlelap tertidur, mendadak terbangun karena kaget mendengar pintu warnetnya digedor oleh seseorang. “Setelah saya membuka pintu, mereka saya persilahkan masuk. Sempat terjadi perdebatan sebentar, dan tak disangka pelaku masih tidak terima dengan obrolan kami sebelumnya ketika sedang pesta miras,” papar Surip.

Lanjut Surip, “Tanpa diberi kesempatan bicara, para pelaku langsung memukuli saya dari berbagai penjuru. Opan terlebih dulu memukul saya dari arah depan, sementara yang lain dari samping dan belakang,” tandasnya.

Surip mengaku, ia sempat roboh dan ditinggal begitu saja oleh para pelaku. “Untungnya, ia diantar pulang ke Balongsari oleh seorang anggota TNI. Pihak keluarga selanjutnya melaporkan kasus ini ke Polsek Sawahan. Akibat perkelahian yang tidak seimbang itu, wajah Surip babak belur dan mengalami gangguan pada pengelihatannya.

Pernah pada Senin (25/3/2013) pukul 11.05 WIB, Suara Publik hendak mengkonfirmasi Kapolsek Sawahan, Kompol Manang Soebeti, namun gagal karena sedang libur. Sementara menurut petugas piket, para reserse sedang keluar ke lapangan dan petugas yang menangani kasus Surip sedang libur (iskandar)

 

 

Editor :