suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tukang Roti dan Mantan Kapolda Jatim Gagalkan Eksekusi Cinderella

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
SURABAYA (suara-publik.com)- Gagalnya rencana eksekusi pengosongan lahan di Jl. Tanjungsari 73-75 Surabaya, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Ternyata, seorang markus yang juga pengusaha Pabrik Roti, Didi Tjwan Bo berperan menggagalkan eksekusi lahan yang ditempati Pabrik Sepatu Cinderella ini. Didi mempunyai kedekatan dengan mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol. Hadiatmoko. Hal ini disampaikan Komisioner Komite Kepolisian Nasional (Kompolnas), M. Naser melalui selulernya (11/6/2013).

"Kompolnas banyak sekali mendapatkan pengaduan masyarakat terhadap maraknya praktik markus yang bisa mengatur perkara di jajaran Polda Jatim. Salah satunya markus itu bernama Didi Tjwan Bo, anak dari pemilik Pabrik Roti Tjwan Bo, karena dekat dengan Irjen Hadiatmoko (mantan Kapolda Jatim, red)," paparnya.

Naser juga meminta Bareskrim Mabes Polri menindak tegas markus Didi yang diduga berperan mengagalkan eksekusi kasus PT. Darmo Green Land.

Selain itu, Naser menyerukan semua pihak untuk bersama-sama melawan praktik markus, karena berbahaya bagi penegakan hukum dan rasa keadilan. Ia juga meminta komitmen dari Kapolri sekarang atau yang baru nanti untuk memberantas praktik markus yang sudah sangat merajalela di institusi kepolisian.

"Petugas kepolisian semestinya tidak memberi peluang atau bahkan usir saja markus itu kalau sudah mencoba menjalankan aksinya. Bila sudah terbukti ada kesepakatan mengatur perkara antara markus dan oknum polisi, sudah kewajiban Polri untuk menangkap dan memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

Hingga kini Didi yang disebut Kompolnas sebagai markus belum bisa dikonfirmasi. Menurut security di pabrik roti di Jl. Cempaka tersebut, Didi majikannya sedang berada di luar kota.

Mantan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung dan Kombes Pol tri Maryanto, enggan menjawab pertanyaan suara-publik.com (Suara Publik Grup) via seluler. Bagian Humas Polrestabes, Kompol. Suparti, hanya menyarankan konfirmasi kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sementara Bagian Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP. Lily Djafar dan mantan Kapolresnya, AKBP. Anom Wibowo belum menjawab pertanyaan Suara Publik, Rabu (12/6/2013) pukul 09.15 WIB. (ono,ysm)

Editor :