Banyuwangi, Suara Publik.com : Herlinci Selan, warga Jalan. Letjend S Parman, RT 003 – RW 001, Kelurahan Sobo, Kecamatan/ Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur harus kecewa dan gigit jari ketika pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 2 dan 3 telah digulirkan, dia tidak bisa menerima lagi, karena namanya terhapus dari penerima bantuan pemerintah karena adanya Pandemi Corona.
Padahal namanya sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Banyuwangi dan sempat menerima BST tersebut pada tahap pertama, yakni menerima BST Kemensos RP. 600 Ribu tiap bulan selama 3 bulan.
Herlin yang sehari-harinya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga jelas sangat membutuhkan bantuan tersebut guna untuk bisa menyambung hidupnya dan bertahan ditengah Pandemi Corona tersebut.
Herlin menyampaikan keluhannya tersebut kepada team Media “Saya bingung mas, kenapa tahap ke 2 dan ke 3 ini, saya malah tidak terima BST, padahal tahap pertama saya menerimnya,” Katanya dengan menunjukkan ‘Surat panggilan bagi penerima BST’, rebu (15/07/2020).
Herlin melanjutkan, “Saya sempat menanyakan hal tersebut ke Kelurahan Sobo dan bertemu Pak Faiz, kemudian Pak Fais mengecek data, dan ternyata data atas nama saya sudah tidak ada dan diganti nama orang lain,” Imbuh Herlin.
Kemudian team langsung melakukan penelusuran terkait permasalah tersebut dengan mendatangi rumah Ketua RT 001, Slamet untuk melakukan klarifikasi terkait masalah tersebut. Ketua RT 001, Slamet menerangkan, “Nama Bu Herlin sudah dilaporkan ke Kelurahan, bahwa keluarga Bu Herlin sudah masuk keluarga mampu, dan sudah tidak layak mendapatkan bantuan karena sang suami sudah bekerja di Hotel daerah Bali,” Terang Slamet.
Kemudian anggota team Media langsung memanggil Herlin untuk datang ke rumah Ketua RT dengan membawa surat panggilan penerima BST tahap pertama dan sekaligus memberikan jawaban atas keterangan Ketua RT, jelas Herlin menolak dengan mengatakan.
“Kenapa saya dilaporkan sebagai keluarga mampu, padahal suami saya kerja di Hotel Wilayah Bali hanya sebagai ‘Tukang Rumput’, wong suami saya itu juga hanya lulusan SD,” Sungut Herlin.
Akhirnya Ketua RT 001, Slamet mengakui kesalahannya dan berusaha untuk melaporkan lagi ke Keluarahan dengan perbaikan data yang baru.(budiyono)
Editor : Redaksi