Benarkah Mega Proyek Alkes dan Aldok 2017, Libatkan Petinggi Rsud dr. Soetomo?

suara-publik.com
Foto Ilustrasi: Rsud. Dr. Soetomo Surabaya Jatim.

Surabaya, Suara Publik.com - Setiap tahun anggaran yang diperuntukkan kebutuhan kesehatan khususnya di rumah sakit pemerintah di Jawa Timur sangat besar. Bila cara pengelolaannya salah aturan maka, akan berakibat fatal. Tentu, hukum yang akan berbicara.

RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit tertua di Surabaya, sejak dibangun pada 29 Oktober 1938 sebagai New Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (New C.B.Z) untuk membantu CBZ simpang oleh pemerintah Hindia Belanda saat itu untuk menjadi RS pendidikan untuk mahasiswa kedokteran NIAS.

Sejak saat itu RSUD Dr. Soetomo mengalami perkembangan pesat. Untuk memenuhi standart pelayanan kesehatan yang baik tentu menyediakan sarana tempat dan alat kedokteran yang lengkap.

Dari tahun ke tahun, RSUD Dr. Soetomo mampu membangun gedung kesehatan dan menyediakan alat kesehatan dan kedokteran lengkap.

Hal ini mampu terlaksana karena adanya anggaran APBD Provinsi yang menunjang guna kebutuhan rumah sakit tersebut. Singkatnya, pada tahun 2017, RSUD dr. Sutomo menganggarkan kebutuhan alat kesehatan (alkes) dan alat kedokteran (aldok).

Mega proyek alkes dan aldok 2017 lalu, ditengarai menyimpang. Benarkah proyek bernilai fantastis ini melibatkan para petinggi RSUD Dr. Sutomo dan RSUD Karya Husada, Batu ?

Tentu saja, Suara Publik.com akan mengupas tuntas siapa saja petinggi-petinggi dan panitia RSUD Dr. Sutomo dalam mega proyek alkes dan aldok 2017 lalu, sesuai dengan tupoksi nya masing-masing. (Bersambung / Dre)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru