Turis Prancis Kena Pungli di Kawah Ijen

suara-publik.com
BONDOWOSO (suara-publik.com)-Sejumlah bule asal Perancis terlibat adu mulut dengan petugas wisata Kawah Ijen di loket pembayaran tiket masuk. Mathew, salah satu bule ini merasa kesal lantaran ia dipungut biaya masuk dua kali tanpa tiket, sebagai bukti pembayaran.

Dikatakan Mathew, bahwa dirinya bersama rekan-rekannya telah dua kali dikenakan pungutan liar oleh oknum petugas.

“Bisa dibayangkan, kalau kita masuk dua kali dengan mebayar Rp. 150.000,-, berararti sudahRp.300.000,-. Kalau sampai 100 orang, sudah berapa keuntungan yang didapat dari pungli itu,” kata Mathew, yang menggunakan bahasa Indonesia rada terbata-bata.

Mathew yang meminta ketegasan dari pemerintah Indonesia, khususnya pengelola wisata kawah ijen, agar membersihkan orang-orang semacam itu, karena telah merugikan pengunjung.

 “Kalau di Negara saya, pungli ini sangat dilarang, dan hukumannya sangat berat. Sehingga orang-orang di Negara saya tidak berani melakukan perbuatan seperti itu. Makanya saya minta kepada Pemerintah Indonesia untuk membuang orang semacam itu,” serunya. Untungnya, keributan itu tidak berlangsung lama, karena tiket masuk sudah dibayar melalui sopir travel.

Menurut sumber, modus yang dilakukan oknum petugas adalah sopir trevel terlebih dahulu menarik biaya tiket masuk kepada setiap tamu asing yang berada di bawah sebesar Rp.150.000,- dengan menggunakan kwitansi. “Namun faktanya, sopir trevel itu membayar uang tiket lebih murah kepada oknum petugas tanpa tiket sebesar Rp. 50.000,- hingga Rp. 75.000,-,” ujarnya.

Maraknya praktik pungli oleh oknum petugas terjadi sejak kenaikan tarif masuk ke wisata kawah ijen. Harga tiket mencapai Rp.100.000,- hingga Rp.150.000,- bagi wisatawan asing. (her)

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru