Perawat Mitra Keluarga Pembuat Onar di Kampung

suara-publik.com
SURABAYA(suara-publik.com)-Yusniartik, Perawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jl. Satelit Indah 2 Darmo Satelit, sering berulah di kampungnya. Warga Jl. Balongsari Selatan blok 8, Gang V RT-3, RW-3 dimana Yusniartik tinggal, harus berhati-hati jika berurusan dengan si perawat.  Belakangan ini, Yus menyewa pengacara untuk mengusir pengontrak rumahnya.

 

Menurut warga, di rumah Yus ada Dua pasutri yang mengontrak rumahnya di lt. 2 yakni Risal beserta istri dan anaknya dan Yanti beserta suami dan anaknya dimana Yanti dan Risal adalah saudara kandung. Sedangkan Yus menyewakan rumahnya tanpa lapor Ketua RT setempat.

Suatu saat Yus menemui Wakil RT, M. Syahroni untuk minta perlindungan keamanan, namun oleh Syahroni disarankan ke bagian keamanan kampung setempat. Kemudian Yus melaporkan ke Ketua RT-3, Nurcholis, dengan alasan hendak dipukul oleh salah satu penyewa rumahnya.

“Keluarga saya ini kepala polisi Polsek Tandes, ada juga yang pengacara. Makanya saya kulo nuwun dulu ke RT, karena bisa saja masalah ini langsung ditangani sama saudara saya yang polisi itu,” celetuk warga, menyampaikan omongan Yus.

Ketua RT dan warga menyarankan Yus agar menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. “Mbak, kita ini hidup di tengah masyarakat seharusnya saling menghormati dan tenggang rasa. Tidak usah melapor polisi kalau masalah ini bisa dicarikan solusi yang baik. Yus akhirnya bersedia mengembalikan sisa uang kontrak jika si penyewa mau keluar dari rumahnya, dan masalah dianggap selesai,” tutur sumber menirukan ucapan warga.

Tetapi tidak disangka, surat somasi datang dari pengacara Yus yang bernama Widia Ari Susanti beralamat di Manukan Subur Gang IV/33. Intinya dalam surat somasi tersebut Yus melalui kuasa hukumnya meminta Risal dan Yanti meninggalkan kontrakannya selambat-lambatnya 7 hari pasca terbitnya somasi tersebut. Jika tidak, maka Yus akan mengambil langkah hukum.

“7 hari kemudian Yanti terpaksa angkat kaki, sedangkan Risal masih bertahan karena belum mendapat sisa uang kontrak dari yang dijanjikan Yus,” kata sumber. Ditambahkan pula, “Pada 11 September Risal tidak bisa menikmati air PDAM, karena diputus oleh orang tua Yus. Informasi terbaru, pakaian Risal yang dijemur tidak bisa diambil lantaran pintunya sengaja ditutup,” tandasnya.

Aniaya Pembantu

Menurut warga, sebelum Risal dan Yanti mengontrak sebagian rumah Yus, pernah ada orang lain yang juga mengontrak. Namun si pengontrak tidak meneruskan kontrakannya karena merasa kurang nyaman dengan ulah Yus. Bahkan warga pernah mengetahui Yus menganiaya pembantunya, namun dilerai oleh tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat. Diduga si pembantu tidak dibayar gajinya selama beberapa bulan.

Kepergok Mesum

Dari perkawinannya dengan suami pertama, Yus dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini masih duduk di bangku SD. Beberapa tahun lalu saat menjanda, Yus pernah digerebek Ketua RT, tokoh masyarakat dan bagian keamanan kampung lantaran memasukkan pria tanpa seijin ketua RT setempat.

Saat itu si pria berdalih bahwa mereka masih ada hubungan keluarga dengan Yus. Setelah dirapatkan dengan pengurus kampung, akhirnya mereka dinikahkan dan kini hubungan itu tidak jelas, karena sang suami jarang pulang dan Yus malah diduga sering kedatangan mantan suaminya melebihi batas kewajaran.

Kesaksian Palsu

Ironisnya, atas peristiwa pengerebekan itu Yus malah membuat cerita palsu dan melapor ke polisi bahwa dia telah digerebek sekitar 50 warga dan hendak membakar rumahnya. Namun oleh polisi, laporan Yus tersebut tidak ditanggapi karena mengada-ada. Bahkan ayah kandung Yus harus menanggung malu, setelah mendengar penjelasan dari warga.

Memfitnah Tokoh Agama

Anehnya, Yus berdalih bahwa kedatangan mantan suaminya tersebut itu telah mendapat ijin dari tokoh agama setempat. “Mau nginap, mau tinggal itu nggak masalah. Saya sudah mendapat ijin,” terang sumber, menirukan gaya ucapan Yus.

Sementara Yus ketika dikonfirmasi suara-publik.com (Suara Publik Grup) di RS Mitra Keluarga malah meminta untuk dikonfirmasi di rumahnya. Seperti biasa, cerita Yus selalu ngelantur kesana-kemari dan plin-plan. “Keluarga saya ini ahli politik semua,” paparnya.

Masih Yus, “Sudahlah mas, soal yang lain-lain itu tidak benar. Itu hanya omongan orang yang tidak suka sama saya. Lagian masalah itukan sudah dikubur, seperti orang mati kalau sudah dikubur, masa dibongkar lagi?” jlentrehnya.

Yus juga penasaran atas kedatangan wartawan. “Saya akan mencari tahu anda disuruh siapa. Saya juga punya detektif,” geramnya.

Widia selaku Kuasa Hukum Yus, belum bisa dikonfirmasi di rumahnya karena sedang tugas. (rto)

 

 

 

 

 

   

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru