Diakuinya, memang ada penurunan serapan apabila dibandingkan dengan masa panen raya yang bisa mencapai sekitar 10.000 hingga 15.000 ton/hari. “Namun kami optimis masih bisa mendapatkan Beras dari panen akhir tahun ini,” tegasnya.
Dikatakan Rusdianto, dalam beberapa bulan terakhir ini masih ada peluang untuk menambah stok dari pengadaan, dan ini sesuai dengan data Dinas Pertanian bahwa pada panen Subround III 2014, diperkirakan masih ada 313.050 hektar atau sekitar 15 persen ramalan panen Satu tahun.
“Daerah yang diperkirakan panen adalah Banyuwangi seluas 37.941 hektar, Ngawi 32.653, Pasuruan seluas 24.792 hektar serta beberapa daerah lainnya,” akunya.
Menurut orang nomor Satu di Perum Bulog Jatim ini, pengadaan Beras atau Gabah sampai saat ini telah mencapai 725.699 ton setara Beras. “Ini berarti sudah sekitar 70 persen dari total target tahun ini sebesar 1.100.000 ton,” paparnya.
Sedangkan, lanjutnya, kontribusi pengadaan sub divre yang ada antara lain Bojonegoro sebanyak 105.380 ton, Surabaya Utara 93.701 ton, dan Surabaya Selatan sebanyak 71.228 ton. “Sedangkan ketahanan stok Jatim mencapai 496.511 cukup untuk lebih 11 bulan kedepan,” ujarnya.
Rusdianto menambahkan, stok operasional yang diperoleh dari pengadaan dan dibagikan untk raskin kepada 2. 857.469 RTS-PM, sekarang telah disalurkan 100 persen yakni sejumlah 471.199 ton.
“Alokasi distribusi ini sudah mencapai 11 bulan, karena alokasi pada November dan Desember telah disalurkan pada Pebruari dan Maret,” pungkasnya. (ono)
Editor : Pak RW