Penggunaan Masker Sering Diabaikan, Dalam Situasi Pandemi Yang Belum Sepenuhnya Normal

suara-publik.com
Foto atas: Ilustrasi Masker Instagram @akperherminamh. Foto bawah: Penulis Artikel.

“Masih perlukah penggunaan masker saat ini ?”

“Sebenarnya, masih perlu gak sih kita pakai masker ? bukannya virus sudah hilang ?”

Mungkin masih banyak sebagian orang bertanya-tanya tentang penggunaan masker pada keadaan di penghujung pandemic saat ini. Seperti yang sudah kita alami, pandemic covid-19 memaksa kita untuk beradaptasi dengan keadaan. Banyak sebagian orang harus merasakan ketidaknyamanan berkegiatan baik di luar rumah maupun di dalam rumah yang mengharuskan mereka untuk memakai masker.

Kebiasaan-kebiasaan baru ini kemungkinan besar tidak akan hilang ketika nanti memasuki keadaan next normal atau kenormalan selanjutnya. Next normal yaitu fase di mana situasi sudah kembali normal pasca pandemi, namun perubahan perilaku atau kebiasaan saat new normal tetap terbawa. Karna pada fase next normal, sebenarnya virus belum sepenuhnya hilang dan keadaan belum sepenuhnya pulih.

Kalau kita lihat data covid-19 di Indonesia pada saat ini.

Data Covid-19 di Indosesia dihitung dari hari Senin kemarin (15/11/2021) yaitu, pada kasus baru berjumlah 221 orang, rata-rata status positif covid-19 dihitung 7 hari kasus berturut-turut masih menempati angka diatas 300 orang. 

Dari jumlah data status covid yang masih tinggi. Sebaliknya berbeda dengan keadaan warga yang malah sudah semakin abay pada protokol kesehatan. Mari kita intip beberapa potret warga Bekasi di kawasan Pasar Baru Bekasi, Kota Bekasi, Selasa (16/11/2021).

Terlihat aktivitas para pedagang dan pembeli yang sudah ogah memakai masker. Padahal pemerintah sudah menekankan untuk memberikan sanksi kepada setiap warga yang mengabaikan peraturan untuk tetap menjaga protocol kesehatan. Terlihat kurangnya kesadaran warga dalam menjaga protocol kesehatan. 

Kurangnya kesadaran warga dalam penggunaan masker yang baik dan benar. Seperti sudah menjadi hal yang wajar saja terjadi. Padahal penggunaan masker yang baik dan benar sangat berarti untuk mencegah terjadinya penularan virus. 

Banyak penenilitian para ahli yang mengungkapkan betapa pentingnya penggunaan masker yang benar. Seperti yang dikemukakak oleh The United States Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mulai menganjurkan masyarakat untuk memakai masker dua rangkap sejak April 2021 bersamaan dengan hasil penelitian yang mereka lakukan. Penggunaan masker dua rangkap dinilai dapat meningkatkan daya filtrasi sampai dengan 90%.

Lalu Bagaimana Penggunaan Masker Yang Baik Dan Benar ?

Seperti yang sudah dilansir dari akun instagram @akperhermina pada penggunaan masker double yang baik dan benar.

Mengapa Harus Menggunakan Dua Masker ?

Penggunaan masker sepeti ini dapat menyaring partikel maupun virus yang lebih baik disbanding dengan masker tunggal.

• Lapisan pertama (dalam) menggunakan masker medis.

• Lapisan kedua (luar) menggunakan masker kain.

CDC menganjurkan 2 cara penggunaan masker yang lebih baik lagi, yaitu dengan cara mengikat ear loop, dan menggunakan masker ganda. 

Mengapa Harus Mengikat Ear Loop ?

Dengan mengikat tali masker menjadi simpul dapat meminimalkan celah pada masker. Berikut caranya :

1. Lipat masker

2. Kemudian ikat simpul tali masker sedekat mungkin dengan ujung masker.

3. Selipkan bagian ujung masker kearah dalam 

4. Pastikan tidak ada rongga udara (rapat) ketika masker dipakai

Seperti pada penggunaan masker dengan selayaknya, masker medis yang sudah dipakai sebaiknya sebelum dibuang bisa merobek atau memutuskan tali masker terlebih dahulu agar menhindari penggunaan daur ulang pada bekas masker. Masker medis hanya boleh digunakan satu kali dalam pemakaian.

Pada Ke-evektivitasan Penggunaan Dua Masker terhadap Partikel Yang Terblokir dikatakan bahwa : pada masker medis tanpa ikatan simpul pada kedua ujung masker didapatkan hanya 56,1% virus yang dapat ditolak. Pada masker kain tanpa ikatan simpul hanya 51.4%. Pada penggunaan masker medis dengan ikatan simpul pada ujung kainnya didapat 77% virus yang dapat tersaring. Dan pada penggunaan kombinasi masker double (masker medis+masker kain) didapatkan hasil bahwa virus dapat terhalang masuk sekitar 85.4%. 

Nah, kalau dilihat lagi dari persentasi tersaringnya virus yang dapat masuk. Sudah terbukti bahwa penggunaan masker double (masker medis+masker kain) sangat besar potensinya untuk menolak virus. 

Jadi, walaupun keadaan saat ini sudah memasuki penghujung pandemic. Bukan berarti kita sudah waktunya untuk abay akan prokol kesehatan. Malah justru dengan keadaan seperti inilah kita harus tetap waspada dan selalu melihat keadaan, jangan sampai pandemic terulang kembali. Kita tetap harus dianjurkan untuk selalu patuhi protokol kesehatan. Dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karena tidak sedikit kemungkinan virus dapat menyerang kita kembali.

 

Penulis: Tri Nuriah Ambarwati

 100%

Mahasiswi Akademik Keperawatan Hermina Manggala Husada

 

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru