Ketika Eksekutif, Legislatif Dan Pengusaha Duduk Bersama dalam dialog industri Forkot

suara-publik.com
Gresik, suara-publik.com - Berbagai usaha telah dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara penanganan pandemi dan menjaga perekonomian agar tidak semakin terpuruk. Usaha-usaha tersebut mulai menunjukkan hasil seiring dengan semakin melandainya angka penyebaran Covid-19 yang disambut dengan mulai pulihnya geliat ekonomi, termasuk di Kabupaten Gresik. 

Hal inilah yang menjadi dasar bagi Forum Kota (Forkot) Gresik mengadakan dialog industri dan buka puasa bersama, hari Kamis (21/04). Dengan mengangkat tema besar “Penguatan Tenaga Kerja Lokal Dalam Perkembangan Teknologi Industri dan Optimalisasi corporate Social Responsibility Yang Berkelanjutan".

kegiatan ini mengundang narasumber tidak hanya dari sisi lembaga eksekutif Pemkab Gresik yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, melainkan juga dari sisi legislatif yakni Ketua DPRD Gresik Abdul Aodir dan dilengkapi juga dengan pelaku industri yang dalam kesempatan ini diwakili oteh Ketua Apindo Gresik Alfan Wahyuddin. 

Bupati Yani dalam kesempatan ini menyatakan bahwa dalam penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Gresik, diperlukan satu kolaborasi bersama. Angka penanaman modal yang tinggi, tentunya menjadi harapan besar bagi masyarakat Gresik, jangan sampai naiknya investasi tetapi tidak memberikan manfaat untuk masyarakat Gresik. 

“Saya melihat ada perda yang D mengatur terkait dengan penyelenggaraan ketenagakerjaan di Kabupaten Gresik. Ada penguatan terkait dengan perlindungan tenaga kerja lokal ini menjadi salah satu faktor penting untuk melindungi masyarakat Kabupaten Gresik," ungkap Bupati Yani. 

Bupati Yani berpandangan bahwa kedepan lambat laun industrialisasi tidak berbanding lurus dengan sumber daya yang kita miliki, 10 tahun atau 20 tahun kedepan industri pasti akan mengikuti kemajuan teknologi. 

"Maka dalam hal ini kita harus cerdas dan mempersiapkan sumber daya manusia kita agar siap untuk mengisi kriteria-kriteria yang diperlukan, sehingga masyarakat Gresik tidak hanya sebagai tenaga kasar melainkan bisa lolos dalam seleksi tingkat yang lebih tinggi. Oleh karenanya, yang harus kita lakukan adatah persiapan SDM yang mana ini benar-benar kita siapkan," ujar Bupati Yani. 

Disamping itu, Bupati Yani juga menegaskan pentingnya komitmen untuk membangun suatu kepercayaan bahwasanya ketika ada industri masuk di Kabupaten Gresik juga punya kepeduliam terhadap tanggung jawab sosial di lingkungan sekitar. 

“Kepada organisasi-organisasi industri dan pengusaha yang ada, saya harap ada kebersamaan, kita menegaskan pentingnya komitmen untuk membangun suatu kepercayaan bahwasanya ketika ada industri masuk di Kabupaten Gresik juga punya kepeduliam terhadap tanggung jawab sosial di lingkungan sekitar. " Ungkap Bupati Yani. 

"PR dan tujuan yang sama. Bagaimana caranya masyarakat Gresik mudah mendapat pekerjaan. Bagaimana caranya industrialisasi di Gresik bisa memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk CSR," pungkasnya. 

Kegiatan diisi dengan masing-masing narasumber yang menyampaikan pandangannya, dan ditutup dengan sesi tanya jawab untuk menyaring masukan dari peserta sebelum diakhiri dengan buka puasa bersama. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Yani hadir sendiri. Tampak Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupatem Gresik, Budi Raharjo, serta Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gresik Nanang Setiawan dan para pengurus Forkot Gresik yang turut serta mengikuti jalannya kegiatan. (Im/why).

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru