Terima Paket 2,9 Kg Sabu Dari Malaysia, Lukman Hakim Diadili, Ayahnya Bernama Hasim Buron

suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa Lukman Hakim, didampingi Penasehat Hukumnya Victor Sinaga, dengan agenda sidang dakwaan dan saksi, diruang Kartika 1 PN.Surabaya, Rabu (30/11/2022). Foto bawah: Saksi penangkap anggota Ditresnarkoba Polda Jatim dan petugas Ekspedisi, d

Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu jaringan Malaysia dikirim lewat paket JNE ke alamat Masaran Modung Bangkalan, dengan modus menempatkan serbuk kristal tersebut ke dalam sembilan selang plastik pemanas nasi total berat 2957 gram ( 2,9 Kilogram) dengan terdakwa Lukman Hakim alias Lukman, diruang Kartika 1 PN.Surabaya, Rabu (30/11/2022).

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rully Mutiara dari Kejati Jatim, yang menyatakan bahwa terdakwa Lukman Hakim, melakukan tindak.pidana "tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I melebihi 5 gram."

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam persidangan selanjutnya, JPU menghadirkan saksi Penangkap Ditresnarkoba Polda Jatim, dan petugas Ekspedisi milik Nyai Aminah, jalan Teuku Umar Senenen Bangkalan.

100%

Di dalam keterangannya para saksi yang dihadirkan telah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan saat masih dipenyedik, termasuk dari petugas Ekspedisi telah pula menerangkan jika paket tersebut kiriman dari Malaysia, paket tersebut milik Hasim (DPO) adalah Ayah terdakwa Lukman Hakim.

Terdakwa Lukman Hakim yang dalam persidangan didampingi Penasehat Hukumnya Victor Sinaga, membenarkan keterangan para saksi.

Sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan masih dengan keterangan saksi untuk Dipersidangan.

Diketahui, pada hari jumat 24 Juni 2022 terdakwa Lukman Hakim dihubungi IIS (DPO), menyampaikan jika ada paket tujuan an.Umi Zaenab, alamat Masaran Modung Bangkalan, berasal dari Malaysia, tiba di gudang Ekspedisi Bangkalan milik Nyai Aminah, jalan Teuku Umar Senenen Bangkalan untuk di ambil dan dibawa pulang kerumah, paket tersebut milik Hasim (DPO) adalah Ayah terdakwa Lukman.

Selanjutnya Terdakwa Lukman menelpon temannya yang ada di Bangkalan saksi Ulil Abhsor, untuk mengambil paket tersebut. Karena rumah saksi Ulil dekat dengan gudang Ekspedisi, serta diantaranya ke tempat yang ditentukan oleh Lukman.

Kemudian saksi Ulil mendatangi gudang Ekspedisi bertemu dengan petugas bernama saksi Ashari dan saksi Umar Faruk, menanyakan paket dengan penerima Umi Zainab, paket berasal dari Malaysia dikirim sekitar bulan Maret 2022. Setelah ada maka paket diserahkan dan dibuatkan tanda terima, paket diterima keadaan baik dengan penerima saksi Ulil Abhsor.

Selanjutnya saksi Ulil menuju tempat yang disepakati dengan terdakwa Lukman, saat sedang berjalan saksi Ulil ditangkap petugas kepolisian, yang menerima informasi adanya peredaran narkotika di Bangkalan.

Saat ditanya tentang kepemilikan paket tersebut, Saksi Ulil mengatakan paket tersebut milik terdakwa Lukman Hakim. Bersama - sama menuju tempat perjanjian yang ditentukan terdakwa.

Saksi Alfa Bravasta, saksi Dwiki Bayu Hardianti, saksi Farid Trianjaya, saksi Rozi Ubaidillah dan Tim Diresnarkoba Polda Jatim Melakukan penangkapan terhadap terdakwa Lukman Hakim dan membawa saksi Ulil ke Polsek Burneh.

Ketika paket dibuka, didapatkan didalam paket tersebut : pemanas nasi, baju, celana, sajadah dan kain bekas serta berisi sabu, yang dimasukkan ke dalam 9 selang plastik yang berada di pemanas nasi, untuk penyamaran, 9 selang plastik dilakukan penimbangan didapatkan sabu berat total 2.957 (dua ribu sembilan ratus lima puluh tujuh) gram dalam berbagai berat masing- masing selang.Barang lainnya 1unit Telepon selullar (Hp) merek IPhone,1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol M. 4593 BY milik terdakwa, disita sebagai BB dipersidangan.(Sam)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru