Surabaya Suara Publik. Ber awal dari laporan LSM GARAD
tentang adanya perusahaan penyuport bahan-bahan kue dan selai yang tanpa papan
nama didepan halaman. Tim Suara-publik.com pun melakukan konfirmasi ke
perusahaan tersebut. Dalam investigasi dilapangan, ada yang terlihat menarik di
wilayah Ploso Bogen Kelurahan Ploso Kecamatan Tambak Sari Surabaya. Sebuah rumah
besar tampak dari luar terlihat sedang sibuk aktivitas kendaraan ber lalu
lalang.
"kebetulan saya lewat area itu, saya lihat kok ada izin gangguan. Saya juga lihat tampak seperti kendaraan ber lalu lalang seperti perusahaan yang melakukan aktivitas. Karena rasa penasaran , saya coba masuk. Kecurigaan saya memang benar disitu ada nama perusahaan yakni PT. Aries Centaurus.
PT tersebut sebuah perusahaan yang berkecimpung di bidang bahan kue dan selai. Tapi disitu cuman kantor pemasaran karena untuk produksi, gudang sudah dipindahkan ke Sidoarjo itu kata karyawan yang masih aktif disitu", terang nano selaku ketua LSM GARAD ber usaha menjelaskan.
Masih Nano "disaat salah seorang karyawan bilang seperti itu, anehnya lagi di samping kasir, kok terlihat tulisan gudang. Saya semakin penasaran karena bilangnya gudang ada di Sidoarjo lah kok didalam gudang itu dikamuflase seperti ruangan kantor dan ada tulisan welcome. Semakin tidak beres aja kalau kayak gini. Apa lagi salah satu dari mereka yang keluar masuk dari dalam gudang tersebut, mengaku kalau itu memang kantor dan statusnya numpang, jelasnya.
“apa itu tidak disebut sembunyi agar bisa lepas dari
pengawasan Balai Pom. Bahkan bisa jadi Disperindag selaku pemberi izin usaha
tidak mengetahui hal itu. Ditambah tidak adanya data domisili di kelurahan Ploso
atas nama PT tersebut" imbuh Nano tampak geram
Di waktu bersamaan, karena perusahaan tersebut tidak jauh dari kantor Kelurahan Ploso, tim Suara-publik.com segera meng konfirmasi Lurah Ploso Bambang. "memang benar tidak ada data domisili atas nama perusahaan tersebut di pembukuan kami, silahkan kalau pihak LSM dan media untuk mempertanyakan ke Disparta selaku instansi pemberi izin" terang Bambang sambil ngeloyor pergi.(fik)
Editor : Pak RW