Kasus dugaan mark up anggaran terkait pembelian alat pembakar limbah(incinerator)oleh RSUD DR.SOETOMO yang menggunakan dana APBD Propinsi Jatim tahun anggaran 2014. Pada penulisan yang lalu sudah dilaporkan oleh LSM Garad Indonesia ke Direskrimsus Tipikor Polda Jatim tersebut bagai Bola Liar terus menggelinding.
Surabaya Suara-Publik. Bola Liar tersebut diketahui dalam akun facebooknya LSM
Gabungan Rakyat Demokrasi(Garad) dalam status nya. LSM GARAD akan turun aksi ke
Kantor Sekdaprop Propinsi Jatim, aksi demo tersebut akan dilakukan pada hari
selasa tanggal 02 agustus 2016. Nano Garad selaku ketua LSM GARAD saat
dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
"iya benar mas, sesuai kesepakatan bersama, kami tetap komitmen dalam
mengawal kasus mark up anggaran tersebut. Sesuai janji yang sudah saya
sampaikan pada pemberitaan lalu. Kami akan turun aksi ke kantor Gubernur Jatim,
tujuannya untuk memberikan teguran kepada Pak de, agar lebih selektif dalam
mengucurkan anggaran ke jajaran SKPD nya. Karena itu adalah uang rakyat yang
harus dipertanggung jawabkan peruntukannya" terang nano Garad kepada
Suara-publik.com
Masih nano "kami juga tidak berhenti disitu, kami juga mengirimkan surat laporan penindak lanjutan kasus dugaan mark up anggaran tersebut ke Mabes Polri. Jadi sambil nunggu jawaban dari Mabes, kami turun aksi dulu sebagai bentuk keseriusan kami dalam mengawal kasus ini", imbuh nano sambil menunjukkan pers rilis dan juga spanduk untuk aksi nanti.
Ditempat lain, pihak RSUD Dr Soetomo saat dikonfirmasi, masih
di jawab oleh Rama, selaku bidang humas. Rama menyatakan mengetahui bahwa kasus
tersebut telah dilaporkan ke POLDA JATIM
"kami sudah baca lewat media yang dikirim ke tempat kita, cuman saya belum
bisa memberikan keterangan yang banyak mas, seharusnya menemui Wakil Direkturnya,
tapi Wadirnya posisi masih di Jakarta. Khawatir salah ucap saya yang disalahkan
mas" ujar Rama memberikan komentarnya.
Masih Rama saat ditanya bahwa LSM GARAD selaku pelapor akan turun demo, dengan nada pelan rama menjawab" sebenarnya kami tidak berharap untuk didemo mas, cuman ya gimana lagi,kami tidak bisa berbuat banyak,kedepan kami pasti jawab lewat media mas", tambah Rama kepada Suara-publik.com
Editor : Pak RW