GRESIK, (suara-publik.com) – Kepedulian terhadap masyarakat pesisir terus ditunjukkan Polres Gresik melalui program Jagongan Ngopi Karo Nelayan (Jangkar) yang digelar di Balai Purbo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat substansi tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi nelayan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada aparat kepolisian dan pemerintah.
Kegiatan yang diinisiasi Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Gresik itu dihadiri sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilan nelayan dari Balai Purbo, Balai Wonorejo, dan Balai Pesusuan. Selain forum diskusi, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Seksi Dokkes Polres Gresik serta bantuan sosial dan perlengkapan keselamatan melaut.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam sambutannya mengapresiasi peran aktif masyarakat nelayan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah pesisir. Ia menegaskan bahwa keamanan laut dan kawasan pesisir tidak dapat diwujudkan tanpa adanya kolaborasi antara aparat dan masyarakat.
"Melalui program Sabuk Kamtibmas, kami mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah pesisir. Jika ada potensi gangguan kamtibmas maupun pelanggaran hukum, mari saling mengingatkan dan segera berkoordinasi agar situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif," tegas AKBP Ramadhan Nasution.
Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan krusial yang dihadapi nelayan mencuat ke permukaan. Perwakilan nelayan Kelurahan Lumpur, Toyani, menyampaikan bahwa ruang gerak nelayan tradisional semakin terhimpit akibat aktivitas reklamasi dan keberadaan kapal-kapal besar yang berlabuh di perairan utara Gresik.
Selain itu, para nelayan juga mengeluhkan minimnya sosialisasi terkait proyek reklamasi, anjloknya harga ikan dan udang hasil tangkapan, serta maraknya penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan berupa jaring trol yang dinilai merusak ekosistem laut sekaligus mengancam keberlangsungan usaha nelayan tradisional.
"Nelayan berharap adanya perhatian serius terhadap persoalan-persoalan yang secara langsung berdampak pada pendapatan dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir," ungkap Toyani.
Menanggapi aspirasi tersebut, sejumlah instansi terkait yang hadir memberikan penjelasan dan komitmen untuk melakukan tindak lanjut.
Perwakilan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Firman, menjelaskan bahwa zona labuh jangkar kapal telah diatur secara khusus agar tidak berbenturan dengan wilayah penangkapan ikan milik nelayan. Selain itu, pihaknya juga tengah merencanakan penerapan pembatasan kecepatan kapal besar di jalur pelayaran yang sering dilalui nelayan guna meningkatkan keselamatan di laut.
Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Gresik melalui Ir. Kusnain menegaskan bahwa penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan dilarang dan akan terus diawasi. Bersama Sat Polairud, pihaknya secara berkala melakukan sosialisasi kepada kelompok nelayan agar beralih menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.
Terkait anjloknya harga hasil tangkapan, pemerintah daerah disebut tengah berupaya mencari solusi melalui peningkatan kualitas produk perikanan serta perluasan akses pemasaran guna meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok nelayan yang masih menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan.
"Kami mengimbau seluruh nelayan agar segera melaporkan apabila menemukan aktivitas penangkapan ikan yang mengganggu atau melanggar aturan. Sat Polairud siap menindaklanjuti setiap laporan demi menjaga ketertiban dan kelestarian sumber daya laut," tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan para nelayan saat melaut, Kapolres Gresik bersama jajaran menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan keselamatan laut yang terdiri dari pelampung ring (ring buoy), senter, serta jaket pelampung (life jacket).
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Melalui forum Jangkar, Polres Gresik berharap komunikasi antara nelayan, aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sektor maritim dapat terus terjalin secara konstruktif.
Dengan terbukanya ruang dialog tersebut, berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat pesisir diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama demi mewujudkan kawasan pesisir Gresik yang aman, produktif, dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Kota Kapten Fikri, Kapolsek Kota Iptu Muhammad Kevin Ramadhan, Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza, Camat Gresik Jalasvie Triyatmoko, serta Direktur PT SMT Marianus Oei. (74ck)
Editor : Redaksi