suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sedekah Bumi Dusun Timbuan, Warga Panjatkan Doa Bersama Demi Keselamatan, Kesehatan dan Keberkahan Rezeki

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

LAMONGAN, (suara-publik.com) - Tradisi Sedekah Bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun kembali digelar masyarakat Dusun Timbuan, Desa Tambak Menjangan, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di area pepunden dusun tersebut menjadi momentum bagi warga untuk memanjatkan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Desa Tambak Menjangan Nurul Azis, Kepala Dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang turut mengikuti rangkaian istighosah dan doa bersama.

Sebelum prosesi utama dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu menggelar kirim doa dan istighosah bagi para leluhur yang telah berjasa membangun desa. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sedekah Bumi sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu, sekaligus memohon kepada Allah SWT agar masyarakat senantiasa diberikan perlindungan.

Kepala Desa Tambak Menjangan, Nurul Azis, menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat atas segala nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta.

"Sedekah Bumi ini merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kesehatan, rezeki yang berkah, serta harapan agar seluruh masyarakat dijauhkan dari berbagai musibah. Kami ingin Dusun Timbuan tetap adem, ayem, tenteram, dan masyarakatnya hidup rukun," ujar Nurul Azis.

Ia menjelaskan, tradisi tersebut merupakan warisan budaya Jawa yang telah dijaga sejak zaman nenek moyang dan hingga kini masih diyakini memiliki nilai luhur dalam mempererat persaudaraan antarwarga.

"Ini adalah adat yang diwariskan para leluhur. Bukan untuk menyimpang dari ajaran agama, tetapi sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Tradisi ini akan terus kami lestarikan," tambahnya.

Dalam prosesi Sedekah Bumi, warga tampak berbondong-bondong membawa tumpeng lengkap dengan ikan bandeng berukuran besar menuju makam punden. Iring-iringan tersebut diikuti lantunan doa dan istighosah yang dipanjatkan bersama sebagai simbol permohonan keberkahan, keselamatan, dan hasil pertanian yang melimpah.

Suasana kebersamaan begitu terasa. Seluruh elemen masyarakat bergotong royong menyukseskan acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Kekompakan warga menjadi bukti kuatnya nilai persaudaraan yang masih terpelihara di Dusun Timbuan.

Nurul Azis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang tetap menjaga budaya gotong royong dan kerukunan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang tetap guyub, rukun, serta menjaga warisan budaya leluhur. Semoga melalui istighosah dan Sedekah Bumi ini Allah SWT memberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, serta menjauhkan seluruh warga dari segala bentuk musibah," tuturnya.

Menurutnya, Sedekah Bumi merupakan agenda tahunan yang memiliki nilai sosial, budaya, dan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat desa. 

"Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas sejak zaman nenek moyang dan hingga sekarang tetap kami pertahankan. Semoga tradisi Sedekah Bumi terus berlanjut hingga anak cucu kita nanti, sehingga masyarakat Dusun Timbuan tetap hidup rukun, guyub, damai, dan penuh keberkahan," pungkas Nurul Azis.

Tradisi Sedekah Bumi di Dusun Timbuan tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi dan rezeki yang diperoleh masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong, pelestarian budaya, serta keharmonisan sosial yang terus dijaga oleh warga dari generasi ke generasi. (Mar)

Editor :

Ukw pjs